Gresik (beritajatim.com) – Bus yang berisi rombongan peziarah mengalami kecelakaan di Jalan Raya Pantura Daendels, Desa Kemangi, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Sabtu (27/1/2024) sekitar pukul 22.00 WIB. Akibatnya, empat orang meninggal dalam peristiwa tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan maut itu bermula ketika bus AB 7072 KN berjalan dari arah utara ke selatan dengan kecepatan sedang. Saat melintas di Jalan Raya Pantura Daendels, pengemudi bus diduga kurang konsentrasi sehingga terlalu ke kanan lalu melebihi marka jalan.
Bersamaan dengan itu, muncul dump truk L 9310 UU yang dikemudian Adi (50) asal Desa Tambakromo, Kecamatan Malo, Bojonegoro. Karena jarak sudah dekat, tabrakan dua kendaraan itu tak bisa dihindarkan. Dua kendaraan itu adu moncong.
Benturan keras terjadi antara bus erpenumpang 62 orang dengan truk. Empat orang penumpang bus meninggal dunia karena mengalami luka parah. Kemudian enam orang penumpang luka-luka dan dirawat di RS Fatma Medika, selanjutnya 23 orang dirawat di RS Mabarot Bungah, dan 1 orang di RS Semen Gresik.
“Semua korban luka saat ini mendapat perawatan medis. Kecuali korban meninggal dunia dievakuasi ke RSUD Ibnu Sina Gresik,” ujar Kanit Gakkum (Kepala Unit Penegakan Hukum) Satlantas Polres Gresik, Iptu Tita Puspita Agustina, Minggu (28/1/2024).
Perwira pertama Polri itu menambahkan, saat ini anggotanya di lapangan masih mendata identitas korban yang meninggal dunia maupun yang mendapat perawatan medis. “Data korban masih kita rinci. Kami mohon waktu,” imbuhnya.
Sementara salah satu saksi, Mustofa mengatakan, bunyi tabrakan antara bus dengan dump truk sangat keras. Kemudian warga yang sedang ngopi di warkop berhamburan ke jalan raya. Saat dilihat moncong depan sudah mengalami kerusakan parah.
“Arus lalu lintas saat kejadian sempat macet. Warga juga membantu memberi pertolongan kepada penumpang bus yang mengalami luka ringan,” katanya. [dny/suf]






