Blitar (beritajatim.com) – Suhu politik internal Partai Kebangkitan Bangsa di Kabupaten Blitar mulai menghangat menjelang pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) yang dijadwalkan pada 28 Maret 2026, dengan munculnya enam nama yang masuk bursa calon Ketua DPC.
Muscab kali ini tidak sekadar menjadi agenda rutin lima tahunan, melainkan momentum penting yang menyedot perhatian publik, terutama karena konstelasi kandidat yang merepresentasikan beragam kekuatan di internal partai, mulai dari struktur organisasi, legislatif, hingga basis akar rumput.
Salah satu figur yang mencuat adalah M Rifa’i. Sebagai Sekretaris DPC PKB Kabupaten Blitar, ia dinilai memiliki pengaruh kuat dalam menjaga ritme organisasi, termasuk jaringan hingga tingkat kecamatan.
Kedekatannya dengan struktur Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) menjadi modal politik yang cukup signifikan dalam kontestasi internal tersebut.
“Muscab adalah momentum untuk penguatan ideologi dan organisasi. Siapa pun yang muncul adalah kader terbaik. Sebagai kader, prinsip saya adalah ‘sami’na wa atha’na’ terhadap keputusan partai dan para kiai. Jika amanah itu datang, fokus utama kita adalah memastikan PKB tetap menjadi pemenang di hati rakyat Blitar,” ujar Rifa’i.
Ia juga menegaskan bahwa loyalitas kader menjadi kunci dalam menjaga soliditas partai, terlepas dari hasil akhir Muscab.
“Tapi yang namanya kader harus siap dan loyal jika ditunjuk ya berangkat kalau endak ya tidak boleh kecewa,” imbuhnya.
Meski dinamika bursa calon semakin menguat, keputusan akhir dalam tradisi PKB kerap tidak hanya ditentukan oleh kalkulasi politik semata. Mekanisme musyawarah mufakat serta pertimbangan para kiai sepuh dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB menjadi faktor penentu arah kepemimpinan.
Muscab PKB Kabupaten Blitar tahun ini pun menjadi ajang pembuktian arah politik ke depan, apakah akan mempertahankan pola kepemimpinan yang berkelanjutan atau menghadirkan figur baru dengan pendekatan yang lebih segar.
Publik, khususnya kalangan nahdliyin di Blitar, kini menanti siapa sosok yang akan dipercaya menakhodai partai dalam menghadapi dinamika politik yang semakin kompetitif. [owi/beq]






