Situbondo (beritajatim.com) – Capaian selama setahun memimpin Kabupaten Situbondo, sejak 20 Februari 2025, menjadi modal awal bagi Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo untuk merealisasikan target-target selanjutnya dengan tujuan menurunkan angka kemiskinan.
Namun Rio menegaskan hanya akan menjadi Bupati Situbondo satu periode. Maka yang dilakukan lima tahun ini selain membangun adalah menjaga iklim demokrasi di kota kelahirannya itu tetap sehat, termasuk kerja sama di tubuh birokrasi. Ia tak ingin hanya mewariskan legacy fisik.
Berikut bagian terakhir wawancara Beritajatim.com dengan Bupati Rio.
Beritajatim.com:
Kelemahan apa dalam pembangunan di Situbondo yang harus Anda perbaiki pada 2026?
Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo:
Ego sektoral birokrasi. Ini bagian dari evaluasi. Kalau ego sektoralnya bisa ditinggalkan, birokrasi akan kebih dahsyat.
Hari ini masyarakat dan kelompok kepentingan sudah suportif. Pasti ada dinamika, tapi masih under control semuanya, baik di DPRD, politisi, partai politik. Semua masih dalam kadar atau level konsolidasi yang baik dengan kami.
Beritajatim.com:
Bagaimana menghadapi suara kritis dari masyarakat?
Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo:
Dari awal saya nantangin mereka untuk ngomong. Kami punya forum literasi, punya forum ‘ngilokno‘ (mengejek) Bupati, namanya Maronggi, Mas Rio-Mbak Ulfi Kerrong Tapanggi atau kangen bertemu. Ini forum bebas, siapa saja boleh datang dan boleh ngilok-ngilokno (mengejek) kebijakan kami.
Beritajatim.com:
Ada keinginan untuk melanjutkan ke periode kedua?
Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo:
Enggak ada sama sekali. Bagi saya lima tahun sudah cukup mengubah Situbondo dari klasemen bawah ke klasemen atas, seperti Manchester United di atas Liverpool.
Dari awal saya tidak ada keinginan jadi bupati. Ini murni perintah Kiai (Kholil As’ad Syamsul Arifin) yang saya jalankan.
Orang-orang bertanya: benar Mas cuma satu periode? Saya jawab: iya, satu periode. Itu mungkin yang membuat saya akhirnya tidak punya beban politik masa depan. Bebas saja. Orang suka atau tidak suka, saya cuek saja.
Beritajatim.com:
Tidak mengembalikan modal saat pencalonan?
Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo:
Bismillah sudah saya ikhlaskan. Saya sudah bicara dengan istri, saya sudah bicara dengan orang tua, sudah saya ikhlaskan semuanya. Tidak ada istilah balik modal dalam kamus saya. Saya enggak main proyek sama sekali. Bisa dicek. Tidak ada satu rupiah pun yang ke saya.
Makanya saya berani keras ke kontraktor, karena mereka tidak berkeringat tapi dapat manfaat dari situ. Saya minta sayangilah orang-orang miskin, perbaikilah rumahnya dari keuntungan (mengerjakan proyek pemerintah) itu.
Beritajatim.com:
Termasuk mengembalikan biaya politik yang dipinjam dari investor?
Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo:
Tidak ada. Semua pakai uang pribadi saya dan urunannya para kiai. Saya enggak ada utang sama sekali. [wir]






