Ponorogo (beritajatim.com) – Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko berencana untuk menaikkan honor bagi kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Bumi Reog. Rencana ini akan dilakukan setelah dirinya menerima masukan dari para kader posyandu saat acara peluncuran Integrasi Layanan Primer (ILP) beberapa hari lalu.
“Sebagai penjaga generasi penerus, honor atau insentif untuk kader posyandu akan diupayakan untuk ditingkatkan,” ungkap Bupati Sugiri Sancoko, Rabu (11/9/2024).
Bupati Sugiri menjelaskan bahwa penambahan honor ini, direncanakan untuk kader posyandu di tingkat kelurahan maupun desa. Sumber anggaran, bisa dari Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Puskesmas, Anggaran Dana Desa (ADD), dan Dana Desa (DD). Namun, orang nomor satu di Ponorogo ini menggarisbawahi bahwa ini merupakan penambahan honor atau insentif. Sebab, para kader posyandu ini bukan pekerjaan utama, mereka memiliki pekerjaan lain.
“Jadi ini hanya penambahan honor saja, ya mengingat bahwa kader posyandu bukan pekerjaan tetap,” katanya.
Hingga saat ini, Sugiri pun belum dapat memberikan rincian mengenai jumlah penambahan honor tersebut. Ia menyerahkan rumusan tambahan honor atau insentif ini ke Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
“Untuk nominalnya biar dirumuskan oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), yang dipimpin oleh Sekda Agus Pramono,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo, Dyah Ayu Puspitaningarti, melaporkan bahwa saat ini terdapat 6.970 kader posyandu di Ponorogo yang tersebar di 1.134 posyandu. Selama ini besaran honor atau insentif bervariasi, antara Rp50 ribu hingga Rp100 ribu per bulan. Jumlah itu, ditambah senilai Rp100 ribu per tahun dari puskesmas, dan Rp100 ribu per tahun dari posyandu kelurahan.
“Ya saya berharap ada kesetaraan soal honor untuk semua kader posyandu di Ponorogo. Kami siap mengawal proses tesebut,” pungkasnya. [Adv/end]






