Pasuruan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Pasuruan secara resmi memulai langkah strategis untuk merombak sistem pengelolaan pasar tradisional menuju manajemen yang lebih mandiri dan profesional. Melalui kunjungan kerja ke Jakarta, otoritas daerah berupaya menyerap skema bisnis sukses yang telah diterapkan oleh perusahaan daerah berskala nasional.
Agenda studi banding ini menjadi komitmen serius Mas Rusdi untuk membawa perubahan signifikan pada infrastruktur perdagangan di wilayah Pasuruan. Fokus utama diarahkan pada inovasi pemanfaatan ruang publik di area pasar agar bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi daerah.
Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, mengaku sangat terinspirasi dengan keberhasilan pengelola pasar di Jakarta yang mampu menyulap area atap atau rooftop menjadi fasilitas olahraga komersial. “Kita tidak menyangka pasar bisa jadi tempat bulu tangkis yang disewakan, kemudian tempat futsal, atau bahkan yang terbaru padel,” ungkapnya.
Saat ini, pengelolaan pasar di Kabupaten Pasuruan masih berada sepenuhnya di bawah kendali Diskoperindag yang sangat bergantung pada suntikan dana APBD. Kondisi tersebut membuat perbaikan sarana dan prasarana seringkali terhambat karena prosedur birokrasi anggaran yang cukup panjang.
Perubahan status pengelolaan menjadi perusahaan daerah (Perumda) dipandang sebagai solusi jitu agar pasar memiliki fleksibilitas keuangan dalam melakukan revitalisasi mandiri. Dengan pola ini, setiap potensi ekonomi di dalam pasar dapat dikelola secara cepat tanpa harus menunggu ketetapan anggaran tahunan dari pemerintah.
Mas Rusdi sapaan akrabnya, menegaskan bahwa tujuan utama kunjungan ini adalah untuk mempelajari core business agar pasar di Pasuruan tidak lagi bergantung pada dinas. “Di tempat kita ini, pasar masih belum bisa mandiri, maka kita belajar terkait fleksibilitas pengelolaan keuangan yang bisa kita aplikasikan di tempat kita,” jelas Mas Rusdi.
Selain tata kelola, Mas Rusdi juga mempromosikan potensi Pasuruan sebagai penghasil susu segar terbesar kedua di Jawa Timur serta berbagai komoditas sayuran dan telur. Peluang kerjasama pemasaran produk lokal Pasuruan ke pasar Jakarta menjadi target jangka panjang untuk meningkatkan kesejahteraan peternak dan petani.
Kunjungan ini diharapkan segera membuahkan ilham bagi percepatan pembangunan ekonomi kerakyatan melalui modernisasi pasar tradisional di seluruh wilayah Pasuruan. “Syukur-syukur nanti produk-produk dari tempat kita bisa dijual di Jakarta melalui kerjasama yang kita bangun ini,” tutupnya. [ada/aje]






