Pamekasan (beritajatim.com) – Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman meyakini sekolah rakyat di daerah yang dipimpinnya akan berjalan sukses seiring dengan penerapan sistem boarding school atau yang biasa disebut pesantren.
Sebab para siswa di lingkungan Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 29 Pamekasan, ditempatkan terpusat dalam asrama di eks Gedung Akademi Perawat (Akper) Politeknik Madura (Poltera), Jl Jokotole Indah, Kelurahan Barurambat Timur, Kecamatan Pademawu, Pamekasan.
“Kami yakin sekolah rakyat ini akan sukses karena berbasis boarding school serupa pesantren, Insya’ Allah akan sulit terkontaminasi dari penyakit masyarakat karena sistemnya mirip pesantren. Jadi aman, ada aturan-aturan yang menjaganya,” kata KH Kholilurrahman, Jum’at (15/8/2025).
Program pendidikan gratis berasrama yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, juga didukung dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang juga menjadi salah satu program prioritas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
“Kedua program ini sama-sama mengarahkan anak agar cerdas, melalui aspek asupan gizi maupun keamanan mental anak. Sehingga mereka aman terkait kebutuhan dan pendidikan, karena eksklusif dan terfasilitasi,” ungkapnya.
Apresiasi dan terima kasih disampaikan kepada seluruh pihak terkait yang ikut serta merealisasikan program sekolah rakyat. “Kami beserta seluruh jajaran pemerintah kabupaten Pamekasan, mengucapkan selamat kepada Kementerian Sosial dan OPD lintas sektor atas terealisasinya program sekolah rakyat,” imbuhnya.
“Mudah-mudahan dengan keberadaan SRMP yang digagas Presiden RI, kedepannya dapat merealisasikan pendidikan berkualitas dengan keterampilan hidup dan pola pikir positif bagi para siswa,” harap bupati yang akrab disapa Kiai Kholil.
Sekolah rakyat merupakan program sekolah gratis dan berasrama untuk keluarga kurang mampu, bertujuan memberikan akses pendidikan berkualitas dan pelatihan keterampilan bagi peserta didik. “Program sekolah rakyat merupakan program sekolah gratis yang ditujukan untuk anak dari keluarga kurang mampu, terutama katagori ekstrim,” jelasnya.
“Kami meyakini keberadaan lembaga pendidikan sekolah rakyat ini akan berindikasi luas terhadap kemajuan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat di kabupaten Pamekasan, terutama di masa yang akan datang,” imbuhnya.
Tidak hanya itu, Kiai Kholil juga menyampaikan jika setiap anak memiliki hak dan kewajiban mendapatkan pendidikan berkualitas. Sehingga sekolah rakyat hadir sebagai solusi terbaik. “Pendidikan adalah hak kewajiban bagi setiap individu, dan tugas kita memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas,” tegasnya.
“Oleh karena itu kami berharap melalui semangat baru dengan kepedulian bersama dan bergotong royong, semoga sekolah rakyat ini dapat memberikan terobosan baru dan dampak positif untuk perkembangan pendidikan bagi generasi masa depan bangsa ini,” pungkasnya. [pin/ian]






