Mojokerto (beritajatim.com) – Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra menegaskan bahwa perempuan mandiri memiliki peran sentral dalam membangun peradaban bangsa. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Silaturahmi Ikatan Hajjah Muslimat Nahdlatul Ulama (IHM-NU) Kabupaten Mojokerto di Pendopo Graha Maja Tama (GMT).
Acara tersebut menjadi momentum penguatan peran perempuan dalam rangka memperingati 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Ratusan anggota Muslimat NU dari berbagai kecamatan hadir dalam kegiatan yang diawali dengan khataman Al-Qur’an, dilanjutkan tahlil kubro, salawat, dan pengajian umum. Nyai Hajjah Ucik Nurul Hidayati, Pengasuh Ponpes Al-Islahiyah Pasuruan, turut hadir sebagai penceramah utama.
Masih kata Gus Barra (sapaan akrab, red) juga mengapresiasi semangat anggota IHM-NU yang terus menjaga silaturahmi dan menghidupkan majelis taklim di tengah kesibukan masing-masing. Menurutnya, kegiatan semacam ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk nyata kontribusi perempuan dalam pembangunan spiritual dan sosial.
“Silaturahmi ini bukan sekadar pertemuan, tapi wujud kemandirian perempuan dalam membangun umat sehingga penting untuk menjaga kondusifitas wilayah, mempererat persatuan, serta berkontribusi dalam berbagai sektor mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga sosial-keagamaan,” katanya.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto berkomitmen menyukseskan program prioritas pembangunan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk peran penting para ibu yang tergabung dalam IHM-NU.
“Kemandirian bukan berarti melakukan segalanya sendiri, tetapi tentang kemampuan untuk bangkit, berkontribusi, dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi umat,” pungkasnya. [tin/but]







