Jombang (beritajatim.com) – Bupati Jombang Warsubi didampingi Wakil Bupati Salmanudin, menyerahkan bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) kepada kelompok tani.
Bantuan yang bersumber dari APBN Kementerian Pertanian ini diberikan untuk mendukung ketahanan pangan di daerah tersebut, dengan tujuan meningkatkan produktivitas dan efisiensi sektor pertanian.
Bantuan Alsintan yang diserahkan meliputi Traktor Roda 4 (Ishoku Istr 504) yang diberikan kepada Gapoktan Mojokrapak, Poktan Dunglempuk, dan Gapoktan Tampingmojo di Kecamatan Tembelang, serta Traktor Roda 2 (Quick G1000) untuk Gapoktan Manunggal di Kecamatan Ngusikan.
Dalam sambutannya, Bupati Warsubi menekankan bahwa teknologi mekanisasi pertanian kini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan utama. Hal ini disebabkan oleh semakin berkurangnya tenaga kerja di sektor pertanian. Bupati juga mengungkapkan bahwa tujuan utama Alsintan ini adalah mempersingkat waktu olah tanah, mempercepat masa tanam, dan memungkinkan panen serempak.
Selain itu, bupati berpesan agar bantuan ini dijaga dan dikelola secara bersama oleh kelompok tani (Gapoktan/UPJA), dan menegaskan pentingnya menghindari penyelewengan dalam penggunaan bantuan hibah tersebut.
“Saya berharap bantuan Alsintan ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para petani dan kelompok tani, dijaga dengan baik, serta digunakan secara bersama-sama, sehingga benar-benar memberikan manfaat nyata bagi peningkatan produksi pertanian dan kesejahteraan petani di Kabupaten Jombang,” tuturnya.
Keberhasilan Sektor Pertanian Jombang di Tahun 2025
Kepala Dinas Pertanian Jombang Muchammad Rony melaporkan keberhasilan sektor pertanian di Kabupaten Jombang sepanjang tahun 2025. Berdasarkan berbagai sumber anggaran (APBN, APBD Jatim, dan APBD Jombang), telah disalurkan bantuan Alsintan kepada petani berupa pompa air, hand sprayer, traktor roda 2 dan 4, drone sprayer, rice transplanter, dan rotavator.
Sebagai contoh, sepanjang tahun 2025, sebanyak 51 unit pompa air, 194 unit hand sprayer, 34 unit traktor roda 2, dan 40 unit traktor roda 4 telah diterima oleh petani di wilayah ini.
Jombang juga berhasil menjalankan beberapa program utama Pemerintah Pusat dalam rangka menuju swasembada pangan, seperti Program Luas Tambah Tanam (LTT), Program Optimasi Lahan (OPLAH), dan Program Brigade Pangan (BP). Di bawah program LTT, Jombang berhasil menanami padi seluas 86.701 hektar, melampaui target yang ditetapkan yaitu 81.251 hektar.
Peningkatan Produksi Pangan Jombang
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras Kabupaten Jombang pada tahun 2025 tercatat sebesar 257.942 ton, mengalami kenaikan signifikan dibandingkan dengan tahun 2024 yang tercatat 197.646 ton.
Dengan angka konsumsi beras sebesar 149.237 ton, Kabupaten Jombang diperkirakan surplus beras sebesar 108.705 ton pada tahun ini, meningkat dari surplus 49.342 ton pada tahun 2024.
Bupati Warsubi pun mengungkapkan bahwa Jombang kini menduduki peringkat ke-8 penghasil padi di Jawa Timur, naik satu peringkat dari tahun sebelumnya. “Jombang terus melaju! Kini Jombang berhasil menduduki peringkat ke-8 penghasil padi di Jawa Timur, naik satu tingkat dari tahun sebelumnya. Tak hanya itu, produktivitas tebu Jombang juga tetap unggul di posisi ke-5 se-Jawa Timur,” ujar Bupati Warsubi.
Inovasi dan Kerja Sama untuk Peningkatan Sektor Pertanian
Pemerintah Kabupaten Jombang juga meluncurkan program ‘1 Dusun 1 Wirausaha Baru’, yang bertujuan meningkatkan produktivitas melalui budidaya tanaman sehat, penangkaran benih, dan budidaya Nilam.
Selain itu, pola kemitraan ‘Bapak Asuh’ dengan menggandeng sektor swasta, seperti CV. AFCO, turut memperkuat sektor pertanian dengan membantu penyerapan gabah petani dan memasyarakatkan pertanian organik.
Acara penyerahan bantuan Alsintan ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Jombang, termasuk Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, Sekdakab Jombang Agus Purnomo, serta berbagai perwakilan organisasi tani dan penyuluh pertanian lapangan. [suf]







1 Komentar
diserahkan ke siapa? jelas anghota partai 🤣