Jember (beritajatim.com) – Bupati Muhammad Fawait menyebut program ‘Wadul Gus e’ adalah program inovatif yang tidak dimiliki daerah lain di Jawa Timur.
“Wadul Gus e’ adalah inovasi baru dan ini belum ada di beberapa kabupaten yang lain. Baru Jember yang ada. Tentu masih ada kelebihan dan kekurangan,” kata Fawait, dalam konferensi pers program 100 hari kerja, di gedung DPRD Kabupaten Jember, Senin (17/3/2025) malam.
Melalui program ini, warga bisa mengadu langsung melalui saluran hotline WhatsApp yang tersedia. Berjalan sejak 13 Maret 2025, ada sejumlah pengaduan masyarakat yang sudah bisa direalisasikan.
“Termasuk ada keluhan fakir miskin sakit. Kami gratiskan. Kami akan ada anggaran, kami gratiskan. Ada beberapa, nanti bisa dicek datanya karena ‘Wadul Gus e’ itu langsung masuk ke tab (ponsek) saya,” kata Fawait.
Keluhan lain yang langsung diperbaiki adalah keluhan soal toilet di alun-alun Jember Nusantara. “Alhamdulillah sekarang sudah diatasi,” kata Fawait.
Sementara untuk keluhan atau pengaduan yang membutuhkan biaya untuk direalisasikan, Pemkab Jember masih harus menunggu ketersediaan anggaran. Beberapa warga mengajukan proposal pembiayaan kepada ‘Wadul Gus e’. “Tidak kami tolak, tetap menjadi catatan kami,” kata Fawait.
Pemkab Jember akan menunggu Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2025 untuk sejumlah pengaduan. “Kalau itu (butuh anggaran) besar, kita (alokasikan) di APBD 2026,” kata Fawait.
Fawait berharap warga bangga dengan program tersebut. “Berbanggalah, kabupaten-kabupaten sebelah belum ada saluran seperti itu. Jember yang berani mengadakan saluran ‘Wadul Gus e,” katanya.
“Kalau terkait pro kontra ya biasa. Wong orang tidur saja pro kontra kok. Antara tidur di siang hari pada waktu Ramadan itu ibadah atau tidak, itu pro kontra juga. Jadi tidak ada di dunia ini yang tidak pro dan kontra,” kata Fawait. [wir]






