Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto meminta kepada para petani di Kabupaten Jember, Jawa Timur, agar meningkatkan nilai tambah. Caranya dengan tidak menjual komoditas mentah pascapanen ke pasar, melainkan diproduksi lebih dulu.
“Setelah tanam, panen, kita produksi dulu, kita packaging dulu, baru kita jual keluar. Itu akan menjadikan nilai tambah,” kata Hendy, dalam pelantikan pengurus Perempuan Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Jember, Sabtu (6/11/2021).
Dengan hanya berjualan komoditas mentah pascapanen, petani tidak akan meraup untung besar. “Kapan bisa untung banyak? Miskin terus petaninya. Saya tidak mau. Petani milenial harus hebat. Jadi petani itu hebat dan keren,” kata Hendy.
Hendy mengatakan, Jember memiliki potensi pengolahan pasca panen. Namun belum dimaksimalkan dan bisa bersaing dengan daerah lain. “Produksi padai kita 1,2 juta ton per tahun. Kita penyangga ketahanan pangan di Jember,” katanya.
Hendy menyarankan Perempuan Tani HKTI agar mengambil peran untuk melakukan pengolahan komoditas pascapanen. “Terbuka peluang untuk membuat produk turunan. Kita kemas dan dijual,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”petani-jember”]
Saat ini, Jember mengekspor dua ribu ton jagung untuk pakan ternak ke Blitar. Namun Hendy belum puas dengan capaian itu. “Bupati Blitar butuh pakan ternak, bahan dasarnya jagung. Kalau di Jember diproduksi pakan ternak langsung, berapa nilainya itu?” katanya.
Bupati Hendy siap memasarkan komoditas tersebut. “Bupati ini sama dengan salesman. Kalau sampeyan mau jadi bupati, siap-siap jadi salesman. Tapi bukan makelar. Semua produk di Jember menjadi tanggungjawab bupati untuk menjualkan. Jangan sampai rugi,” katanya. [wir/suf]






