Jember (beritajatim.com) – Rakyat merasa puas dengan kinerja Bupati Hendy Siswanto dalam memimpin Kabupaten Jember, Jawa Timur. Ini membuat elektabilitasnya mengalahkan Muhammad Fawait, kandidat bupati dari Partai Gerakan Indonesia Raya.
Demikian hasil survei lembaga Acurate Research and Consulting Indonesia (ARCI), 23 Juni – 5 Juli 2024. dengan jumlah responden 1.000 orang dengan margin of error kurang lebih 3,5 persen pada Tingkat kepercayaan 95 persen. Metode yang digunakan adalah stratified multistage random sampling.
Tercatat elektabilitas Hendy mencapai 36,6 persen, meninggalkan Fawait yang mendapat 32,3 persen dan Faida yang memperoleh dukungan 20,4 persen. Sementara itu elektabilitas kandidat perseorangan Muhammad Jaddin Wajad hanya 8,2 persen.
Sementara itu untuk calon wakil bupati, elektabilitas Muhammad Balya Firjaun Barlaman masih tertinggi dengan 31,7 persen, disusul Joko Susanto (12,3 persen), Karimullah Dahrujiadi (9,6 persen), Dwi Arya Nugraha Oktavianto (8,2 persen), Arismaya Parahita (7,1 persen), Arif Tjahjono (5,6 persen), dan Kamiluddin (3,9 persen).
Simulasi calon berpasangan menunjukkan bahwa elektabilitas petahana Hendy-Firjaun masih memimpin dengan 42,8 persen. Sementara Muhammad Fawait-Djoko Susanto 39,5 persen, Jaddin Wajad-Arismaya Parahita 15,1 persen.
Direktur ARCI Baihaqi Siraj mengatakan, elektabilitas Hendy terkatrol oleh tingkat kepuasan masyarakat di bidang pelayanan publik yang mencapai 63,2 persen, kepuasan di bidang kesehatan mencapai 66,2 persen, dan kepuasan di bidang infrastruktur yang mencapai 72,8 persen.
“Tingkat kepuasan masyarakat terhadap bupati makin naik. Begitu tingkat kepuasan naik dibarengi kenaikam elektabilitas,” kata Baihaqi, Sabtu (13/7/2024).
Tingginya tingkat kepuasan ini mengalahkan banyaknya alat peraga kampanye yang dipasang Fawait dan Faida. “Banner tidak berpengaruh. Yang sangat mempengaruhi pilihan masyarakat adalah tindakan konkret,” kata Baihaqi.
Namun situasi masih bisa berubah, karena 55 persen warga menyatakan masih bisa berubah. Sekitar 61,5 persen baru mantap untuk memilih salah satu kandidat sekitar dua hari menjelang coblosan. Faktor terbesar yang bisa mengubah adalah bingkisan atau uang, yakni 73,5 persen, dan kegiatan yang paling disukai pemilih (40,1 persen) adalah pasar murah. [wir]






