Banyuwangi (beritajatim.com) – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memaparkan rahasia sukses pelaksanaan piloting program Bansos Digital di hadapan sejumlah kepala daerah di Kantor Kementerian Dalam Negeri RI, Jakarta, Selasa (3/2/2026). Inisiatif ini merupakan bagian dari perluasan digitalisasi bantuan sosial yang akan diterapkan secara masif di 41 kabupaten/kota se-Indonesia.
Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Walikota Surabaya Eri Cahyadi, hingga Walikota Mojokerto Ika Puspitasari. Banyuwangi terpilih sebagai proyek percontohan perdana karena dinilai berhasil mengintegrasikan teknologi dalam penyaluran bantuan kepada masyarakat secara akurat.
Ipuk menjelaskan tantangan utama di lapangan adalah keterbatasan infrastruktur digital, terutama hilangnya sinyal seluler di kawasan perkebunan yang terpencil. Selain itu, banyak penerima bantuan yang belum memiliki perangkat telepon seluler pribadi untuk mendukung proses autentikasi data.
Menghadapi kendala tersebut, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengerahkan lebih dari empat ribu relawan untuk melakukan sistem jemput bola secara sukarela. Tim pendamping ini terdiri dari ASN, staf desa, kader dasawisma, pilar sosial, hingga tokoh agama yang turun langsung ke pemukiman warga.
“Tidak ada anggaran khusus yang dialokasikan. Semuanya bergerak secara sukarela. Tentu saja, awalnya kami memberikan pemahaman yang utuh tentang pentingnya digitalisasi bansos ini,” papar Ipuk.
Bagi warga yang berada di titik buta sinyal, pemerintah menjadwalkan kunjungan terpusat ke kantor desa secara bergilir guna mengakses jaringan internet. Hal ini bertujuan agar penggunaan transmisi data tetap stabil dan tidak mengalami perlambatan akibat penumpukan akses pada waktu bersamaan.
“Kami jadwalkan antar desa, sehingga sinyal bisa dibagikan dengan teratur. Tidak berebut [sinyal], biar tidak lemot,” tutur Ipuk mendeskripsikan solusi teknis di lapangan.
Kegiatan ini juga menghadirkan Kepala Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, dan Menteri PAN RB Rini Widyantini. Turut memberikan arahan strategis yakni Kepala Bappenas Prof. Rachmat Pambudy serta jajaran pimpinan tinggi dari BSSN dan Badan Pusat Statistik.
Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan bahwa tahapan digitalisasi saat ini sudah berjalan jauh lebih efisien setelah mempelajari keberhasilan uji coba di Banyuwangi. Program transformasi ini ditargetkan menyentuh seluruh wilayah Indonesia pada Oktober mendatang, bertepatan dengan dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
“Setelah sukses piloting di Banyuwangi, sekarang ini tahapannya sudah lebih efisien. Satu dua bulan sudah rampung,” tegas Luhut memberikan apresiasi atas performa administratif Pemkab Banyuwangi. [alr/beq]






