Jember (beritajatim.com) – Bupati Muhammad Fawait mempertahankan tradisi Universal Health Coverage (UHC) Awatd untuk Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Bupati Fawait menerima penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026 Kategori Madya, dalam seremoni nasional, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Acara ini dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dan Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti.
Bupati Fawait menegaskan, kesehatan rakyat adalah prioritas mutlak dalam kepemimpinannya. “Yang paling penting adalah memastikan tidak ada lagi warga Jember yang takut berobat atau terkendala biaya. Negara harus hadir, dan UHC adalah instrumen nyata kehadiran itu,” katanya.
Sejak 1 April 2024, kurang dari dua bulan setelah dilantik menjadi bupati, Fawait menjalankan program UHC Prioritas, dengan cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional di Jember mencapai 96,5 persen dari total penduduk, melampaui rata-rata nasional.
Keberhasilan ini tidak lepas dari kebijakan strategis Pemkab Jember yang mengalokasikan anggaran daerah untuk skema Peserta Bantuan Iuran Daerah (PBID), khususnya bagi masyarakat prasejahtera dan kelompok rentan.
Fawaiy menyatakan, predikat UHC Kategori Madya menjadi pijakan penting bagi Jember untuk terus memperkuat sistem layanan kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan. “Sinergi antara kepastian pembiayaan melalui JKN dan peningkatan kualitas fasilitas serta pelayanan kesehatan menjadi kunci pencapaian Jember pada kategori ini,” katanya.
Sebelumnya pada 8 Agustus 2024, Bupati Hendy Siswanto masih menerima penghargaan bernama Universal Health Coverage (UHC) Award Kategori Pratama. Dengan demikian ada peningkatan penghargaan dari pemerintah kepada Pemkab Jember pada awal 2026 ini. [wir]






