Jember (beritajatim.com) – Bupati Muhammad Fawait mengatakan, koperasi-koperasi di Kabupaten Jember akan dijadikan percontohan di Jawa Timur.
“Kemarin saya silaturahmi bertemu dengan Wakil Menteri Koperasi dan berdiskusi banyak hal,” kata Fawait saat memberikan sambutan, dalam Apel Gerakan Koperasi, Bakti Sosial, Tasyakuran, dan Koperasi Bersholawat, di alun-alun Jember Nusantara, Sabtu (12/7/2025).
Fawait juga sudah menyampaikan ke Wakil Menteri Pertanian tentang kesiapan koperasi di Jember untuk menjadi percontohan penyaluran pupuk non subsidi dan bersubsidi. “Beliau mengatakan: ‘Gus, kasih ke kami sepukuh koperasi yang akan kita tugasi menyalurkan pupuk non subsidi dan subsidi’,” katanya.
Koperasi, menurut Fawait, akan menjadi ujung tombak peningkatan pendapatan dan pemberdayaan masyarakat. “Kke depan di dalam pengetasan kemiskinan, kita tahu bahwa kue pertumbuhan ekonomi selama ini terus berjalan, makin tinggi. Tetapi kenapa kemiskinan di Indonesia, di Jember khususnya, semakin lama juga semakin tinggi tidak semakin kurang?” katanya.
“Maka, yang menjadi masalah bukan hanya pertumbuhan ekonomi. Yang menjadi masalah salah satunya adalah pemerataan pendapatan. Kita semua yakin bahwa pemerataan pendapatan di desa-desa, di pelosok-pelosok, di pinggir-pinggir kota, bisa tercapai kalau koperasinya hidup dan berdaya,” kata Fawait.
Fawait meminta Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), Tim Pengarah Percepatan Pembangunan Daerah (TP3D), dan Dinas Koperasi dan UKM untuk rutin bertemu. “Banyak sekali program pengetasan kemiskinan yang kami susun bersama-sama untuk 2026, yang kami minta ada peran koperasi,” katanya.
“Saya berharap pengurus Dekopin menjalin komunikasi yang intensif dengan Dinas Koperasi dan TP3D untuk merumuskan bersama, yang mana dulu yang akan kita prioritaskan, yang mana dulu yang sudah siap untuk bergerak, termasuk Koperasi Merah Putih yang mana dulu yang sudah selesai dan siap bergerak,” kata Fawait.
Salah satu program Pemkab Jember adalah Desa Tematik Buah dan Desa Tematik Pangan. “Kita akan kembangkan satu desa yang menjadi pusat kemiskinan untuk mengembangkan sektor salah satu komoditas pangan,” katanya.
“Dari komoditas ini akan kami berikan program dari pemerintah kabupaten maupun pemerintah pusat. Kami berharap yang melaksanakan program ini bukan yang lain, tapi koperasi desa setempat,” kata Fawait.
Menurut Fawait, Pemkab Jember juga akan melibatkan akademisi kampus untuk mengawal desa tematik yang dikelola koperasi. Koperasi di desa, ternasuk Koperasi Merah Putih, juga siap menjadi mitra Badan Urusan Logistik untuk menjadi penyalur gabah petani di desa-desa. [wir]






