Jember (beritajatim.com) – Duet pemimpin Kabupaten Jember, Jawa Timur, Bupati Muhammad Fawait dan Wakil Bupati Djoko Susanto masih belum tampil bersama di hadapan publik sejak keduanya resmi masuk kerja, Senin (3/3/2025),
Keduanya masih melaksanakan kegiatan masing-masing di dua lokasi berbeda, Rabu (5/3/2025). Fawait menggelar apel mobil dinas atau plat merah di halaman gedung serbaguna di Kecamatan Kaliwates dengan ditemani Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Arief Tjahjono dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah.
Sementara Djoko memimpin panen jagung perdana bersama petani di Dusun Baban Timur, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo. Hadir dalam acara itu Komandan Distrik Militer 0824 Letkol Arm Indra Andriansyah, Kepala Badan Urusan Logistik Jember Muhammad Ade Saputra, Manajer PTPN 1 Regional 5 Dedi Irawanto, dan perwakilan PT Pupuk Indonesia.
Fawait mengatakan, semua mobil plat merah milik organisasi perangkat daerah kecuali ambulans diwajibkan mengikuti apel tersebut. Mobil dinas yang belum ikut apel akan mengikuti apel berikutnya.
“Ambulans tidak perlu dikumpulkan. Tapi selain itu wajib dikumpulkan. Kalau hari ini belum terkumpul semua, saya pastikan ada apel lagi,” jelasnya.
Melalui apel ini, Fawait ingin memastikan kondisi kelayakan mobil dinas dan keberadaannya untuk pelayanan masyarakat. “Keberadaannya siaga untuk dipakai kalau butuh apa-apa untuk penunjang kinerja. Ketiga, baru kita hitung umur semua dan efisiensi dengan menggandeng akademisi dan pihak-pihak terkait,” katanya.
Fawait menepis anggapan adanya kecurigaan terhadap keberadaan mobil dinas selama ini. “Cuma saya pastikan harus ada semua mobil plat merah,” katanya.
Sementara itu di lokasi berbeda, Djoko mengapresiasi panen jagung petani yang bekerja sama dengan PT Perkebunan Nusantara. “Dalam hal ini PTP memberikan kesempatan masyarakaat untuk memanfaatkan lahan yang belum dimanfaatkan. Kreativitas ini perlu kita dorong dan fasilitasi,” katanya.
Perjanjian kerja sama tanam ini, menurut Djoko, mendukung ketahanan pangan. “Saya mengajak masyarakat dan stakeholders di Jember untuk terus beerkolaborasi meningkatkan ketahanan pangan kita. Semoga ke depan, hal seperti ini tercipta di tempat lain,” katanya. [wir]






