Jember (beritajatim.com) – Alih fungsi lahan bukan problem pertanian yang dihadapi Kabupaten Jember, Jawa Timur, dalam menyukseskan program ketahanan pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Produktivitas padi di Jember berada di urutan keempat di Jawa Timur. “Kami lihat bukan karena pengalihan lahan,” kata Bupati Muhammad Fawait, saat memberikan sambutan pembukaan Festival dan Expo Sapi Jawa Timur, di kawasan Stadion Jember Sport, Kabupaten Jember, Sabtu (1/11/2025).
Bahkan, lanjut Fawait, LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan) sudah bertambah, dari 86.358 hektare pada 2024 menjadi 86.732 hektare tahun ini. “Kami tambah 373 hektare,” katanya.
Fawait mengaku berat untuk menambah luasan lahan pertanian di Jember. Namun dengan luas lahan yang ada, dia siap mendongkrak produksi padi. “Yang menjadi masalah utama kami adalah infrastruktur pertanian,” katanya.
“Masih ada lahan kami di daerah utara yang panennya tidak tiga kali setahun. Hanya wilayah selatan mungkin yang tiga kali setahun. Tapi wilayah utara dan wilayah timur ada yang sekali, ada yang dua kali panen,” kata Fawait.
Fawait berharap ada bantuan dari Kementerian Pertanian untuk memperbaiki infrastruktur pertanian di Kabupaten Jember. “Mudah-mudahan nanti produktivitas padinya bisa meningkat dengan cara memperluas luas panen,” katanya.
“Dengan begitu nanti yang panennya sekali, panennya dua kali bisa menjadi tiga kali, sehingga Jember kembali menjadi lumbung padi di Provinsi Jawa Timur,” kata Fawait. [wir]






