Jember (beritajatim.com) – Akhir pekan ini dilalui Bupati Muhammad Fawait dan Wakil Bupati Djoko Susanto dengan dua agenda peresmian yang bertolak belakang di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Bupati Fawait membuka Jember Fashion Carnaval di depan kantor Pemerintah Kabupaten Jember, Jalan Sudarman, Minggu (10/8/2025) siang. Sementara Wabup Djoko diundang untuk membuka turnamen domino di Perumahan Kebonagung Indah, Sabtu (9/8/2025) malam.
Didampingi sejumlah pejabat pemerintah pusat dan anggota DPR RI. Fawait membuka JFC dengan tabuhan perkusi bersama-sama di hadapan penonton yang duduk di tenda-tenda.
Sementara Djoko berpidato di hadapan warga yang sedang bermain domino dengan didampingi Ketua Persatuan Olahraga Domino Indonesia (Pordi) Jember Jumantoro dan sejumlah pengurus kampung.
Fawait berpidato di atas podium dan panggung yang megah. Dalam pidatonya, dia mengatakan, mata seluruh Indonesia dan dunia mengarah ke Jember. “Atas jasa anak-anak muda di Jember yang tergabung dalam JFC,” katanya.
Melalui JFC, menurut Fawait, warga Jember bisa membuktikan diri berkiprah di level nasional dan internasional. “Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen JFC tahun ini adalah JFC terbesar dalam penyelenggaran selama ini. Tahun depan harus lebih besar lagi,” katanya.
Fawait juga mengumumkan bahwa pada 17 Agustus 2025 akan dibuka penerbangan rute Jember-Jakarta dari Bandara Notohadinegoro. Dengan demikian pada saat pemyelenggaraan JFC tahun depan, tamu-tamu dari Jakarta bisa langsung ke Jember dengan pesawat.
Sementara itu, Djoko memberikan sambutan sembari duduk bersila di atas karpet dengan jamuan sepiring jajan gorengan dan secangkir kopi. “Domino tahun ini sudah diakui pemerintah menjadi olahraga resmi, untuk ke depannya bisa dipertandingkan resmi,” katanya.
Setelah Pordi di Jember terbentuk, turnamen yang digelar di Perumahan Kebonagung Indah tersebut adalah turnamen pertama yang diselenggarakan untuk menyambut peringatan Hari Kemerdekaan RI. “Semoga kegiatan ini bisa jadi sarana kreativitas warga sekaligus menjadi media silaturahmi di antara kita semua,” kata Djoko.
Dengan adanya turnamen tersebut, Djoko mengatakan, domino tidak sekadar permainan. “Ini bukan sekadar gaple, tapi untuk silaturahmi mengguyubkan warga. Guyub itu sebuah kekuatan, dan silaturahmi membawa kesehatan,” katanya. [wir]







2 Komentar
Ha ha ha….
Arep ngguyu aku….