Blitar (beritajatim.com) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Blitar menggelar apel siaga pengawasan pemilu bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Blitar. Dalam acara itu Bupati Blitar Rini Syarifah memberikan arahan khusus ke 3.536 pengawas TPS.
Bupati Blitar Rini Syarifah bertindak selaku inspketur apel dalam amanatnya mengatakan di momen pesta demokrasi ini, dia menghimbau masyarakat agar tetap aktif memilih dan tidak golput.
“Minggu ini merupakan pesta demokrasi yang diadakan 5 tahun sekali, saya harap mayarakat tidak ada yang golput. Hal ini karena suara rakyat Indonesia sangat menentukan masa depan negeri ini. Makanya saya ingatkan agar memilih sesuai hati nurani,” ungkapnya.
Dia mengingatkan agar masyarakat aktif menggunakan hak pilihnya di saat coblosan nanti, yang diselenggarakan pada 14 Februari 2024 mendatang. Dengan langkah ini, dia berharap pesta tahun ini akan sukses selayaknya peta demokrasi di tahun-tahun sebelumnya.
Selain itu, dia berharap masyarakat tetap menjaga kondusifitas dan guyup rukun. Diharapkan dengan langkah ini pemilihan umum tahun ini akan aman dan damai. Terkait pengawasan pemilihan tahun ini, dia mengingatkan bahwa tugas ini terbilang berat.
“Tugas pengawasan ini tidak ringan, tetap semangat mengawal demokrasi, bersikap professional dan penuh tanggung jawab. Jika ada kendala, segera koordinasi dengan pihak terkait sesuai aturan,” ucapnya
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Blitar Nur Ida Fitria mengatakan jumlah personel Panwaslu Kecamatan se-Kabupaten Blitar ada 66, Pengawas Kelurahan/ Desa sejumlah 248, dan Pengawas TPS ada 3.536 pengawas. “Pengawas TPS sebagai ujung tombak pengawasan tahapan pemungutan dan penghitungan suara pada Pemilu 2024,” terangnya
Menurut Ida, hampir 1 juta suara di Kabupaten Blitar yang harus diawasi oleh Bawaslu dan jajarannya, termasuk PTPS. Untuk itu, pihaknya meminta agar PTPS dapat menjalankan tugasnya dengan tepat dan cermat.
“Hampir sekitar 1 juta suara di Kabupaten Blitar itu akan dipercayakan kepada kami saat Pemilu nanti. Dan yang bisa menentukan Pemilu itu baik atau tidak itu ya pengawas Pemilu,” jelasnya.
Pemilu ini merupakan sarana demokrasi rakyat yang paling tertinggi. Sementara satu – satunya lembaga yang dapat melakukan pengawasan terhadap Pemilu adalah Bawaslu. Sehingga, Bawaslu dan jajarannya memiliki tanggung jawab yang besar dalam pelaksanaan Pemilu.
Lebih lanjut, Ida menambahkan sejumlah tugas telah menanti para PTPS menjelang detik-detik Pemilu. Termasuk melakukan pengawasan di masa tenang. PTPS pun diminta untuk memelototi seluruh kegiatan paslon maupun masing-masing partai saat masa tenang.
“Hari ini terakhir masa kampanye, mulai pukul 00.00 WIB nanti kita akan lakukan pembersihan terhadap 9 ribu APK (alat peraga kampanye). Saat masa tenang selama tiga hari tidak boleh ada kegiatan kampanye dalam bentuk apapun. Tugas kita (pengawas) sudah dimulai, harapannya Pemilu berjalan dengan lancar,” pungkasnya. (Owi/kun)






