Jember (beritajatim.com) – Pengurus 26 badan usaha milik desa (bumdesma) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, berjanji memuluskan jalan Hendy Siswanto untuk menjadi bupati kembali pada Pemilihan Umum 2024. Bagaimana respons Hendy?
“Saya menghargai apa yang menjadi semangat mereka. Saya memberi apresiasi. Tapi belum saatnya sekarang bicara tentang itu. Sekarang kita harus bekerja karena problem ekonomi kita sekarang mengkhawatirkan. Kita harus hati-hati dan waspada,” kata Hendy kepada beritajatim.com, Selasa (31/1/2023).
“Masalah politik itu nanti. Pada saatnya kalau wes wayahe ya wayahe (kalau sudah saatnya ya saatnya). Jadi saya berterima kasih sudah diberi dukungan seperti itu, dan ini memotivasi saya untuk bekerja lebih baik lagi. Karena apapun yang diberikan dukungan itu adalah kerja yang baik dan riil yang bisa dirasakan teman-teman anggota bumdesma dan masyarakat Jember. Itu yang terpenting,” kata Hendy.
“Bentuk dukungan (bumdesma) adalah bagian dari (motivasi) saya untuk lebih hati-hati dan lebih cepat lagi bekerja, serta lebih bisa bermanfaat dan dirasakan masyarakat,” kata Hendy.
Dukungan bumdesma terhadap Hendy terlontar dalam acara peluncuran bumdesma di Hotel Luminor, Senin (30/1/2023). “Kami telah kumpulkan komitmen semua pengelola bumdesma di Jember. Bapak Bupati telah memberikan kami banyak kemudahan. Maka tidak ada kata tidak bagi kami untuk memudahkan Bapak di tahun 2024,” kata Syaiful Ansori, perwakilan bumdesma yang didapuk untuk berpidato.
Bumdesma merasa terbantu dengan kebijakan Hendy mentransformasi pengelola eks Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MPd) menjadi bumdesma. Syaiful bahkan membacakan pantun dukungan politik untuk Hendy Siswanto.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Jember”]
“Gulma tumbuh di tanaman apukat. Bumdesma sudah sepakat untuk Pemilu 2024 tetap ‘Wes Wayahe’,” kata Syaiful, disambut tepuk tangan hadirin. ‘Wes Wayahe’ adalah slogan yang menjadi ciri khas Hendy, yang berarti ‘Sudah Saatnya’.
Hendy sendiri memuji peran bumdesma dalam perekonomian Jember. “Dalam kondisi seperti ini, bumdesma akan menjadi motor penggerak utama. Kalau kemarin ruang lingkupnya hanya simpan pinjam, sekarang lebih leluasa, seperti banyak koperasi atau perusahaan swasta. Bumdesma bisa bekerja apa saja, yang bisa ditransaksikan khususnya kepada anggotanya dulu. Lebih besar kepada lingkungan sekitar,” katanya.
Hendy mengakui Pemkab Jember punya kepentingan terhadap bumdesma. “Dengan anggotanya yang besar itu, kalau ditambah keluarga mereka sekali, menjadi 750 ribu orang ditambah tetangga kanan dan kiri, ini bisa menjadi potensi menggerakkan perekonomian kita. Lewat bumdesma, program pemerintah bisa disenergikan,” katanya. [wir/beq]






