Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto meminta Bumdesma (badan usaha milik desa bersama) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, menjual produk unggulan masing-masing lewat katalog elektronik (e-katalog) pemerintah daerah setempat.
“Ada 248 kearifan lokal (produk unggulan lokal, red). Coba itu diambil alih bumdesma. Kami bisa membeli lewat e-katalog. Kalau bentuknya barang, daftarkan ke e-katalog lokal. Nanti APBD Jember, kan sudah dilakukan rasionalisasi, nanti untuk membeli barang itu,” katanya, ditulis Sabtu (25/2/2023).
Bumdesma disarankan tidak hanya bergerak di sektor simpan pinjam. “Eman-eman kalau hanya simpan pinjam. Sekarang sudah saatnya bumdesma lebih keren dan bermanfaat bagi anggotanya. Simpan pinjam sudah aman posisinya. Tapi dengan berubahnya bumdes menjadi bumdesma, ini kesempatan emas untuk bisa setara dengan koperasi dan perusahaan lain,” kata Hendy.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-jember”]
Hendy menyarankan kepada bumdesma untuk berbisnis barang pokok penting. “Kita punya pertanian yang cukup istimewa dan punya warga yang membutuhkan barang pokok penting. Main di situ di level UMKM,” katanya.
“Mungkin jual beras, kopi, jagung, apa saja. Kami punya 248 produk unggulan, baik dari pariwisata, seni budaya, kuliner, restoran, UMKM. Kalau itu dimotori bumdesma, akan lebih tajam lagi,” kata Hendy.
Komoditas yang dijual bumdesma lewat katalog elektronik bisa mendukung program pemerintah daerah. “Misalkan telur. Kami sedang melakukan perbaikan stunting, penurunan angka kematian ibu dan bayi, perbaikan gizi. Kami juga sedang membagikan sembako. Barangnya bisa kami beli lewat bumdesma. Tidak usah tender, langsung beli. Biar rata, kita beli ke bumdesma satu-satu,” kata Hendy.
Komoditas yang dibeli dari bumdesma nantinya akan dikembalikan kepada masyarakat. “Jember sekarang ada problem stunting dan gizi. Kami akan tangani kemiskinan ekstrem. Bagaimana pada 2024 tak boleh ada kemiskinan ekstrem di Jember. Kemiskinan jangan banyak-banyak,” kata Hendy.
Hendy meminta kepada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah mengajari bumdesma agar bisa masuk ke katalog elektronik. “Tidak mungkin kami membiarkan bumdesma. Kami punya keyakinan dengan bumdesma, Jember bisa terbantu. Apalagi ada 86 ribu anggota bumdesma. Saya akan dukung habis,” katanya.
“Daya beli masyarakat Jember harus dipertahankan. Dengan kami mendukung bumdesma, seperempat dari warga Kabupaten Jember ini aman. Kalau seperempat aman, uangnya berputar cepat, insya Allah Jember aman. Bumdesma ini mendorong perekonomian di Jember,” kata Hendy. [wir/kun]






