Mojokerto (beritajatim.com) – Perum Bulog Kantor Cabang Mojokerto memastikan stok beras aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga enam bulan ke depan, termasuk selama bulan suci Ramadan 1446 Hijriah dan Hari Raya Idul Fitri.
Kepala Perum Bulog Mojokerto, Muhammad Husin, menegaskan bahwa pasokan beras di gudang Bulog cukup untuk memenuhi permintaan di tiga kabupaten/kota di wilayah tersebut.
“Kami pastikan stok beras aman agar masyarakat bisa menjalankan ibadah puasa dengan tenang,” ujar Husin, Kamis (27/2/2025).
Selain beras, stok minyak goreng dan gula juga tersedia untuk memastikan stabilitas harga bahan pokok. Selama Ramadan, Bulog akan bekerja sama dengan Pemerintah Daerah dalam menggelar Operasi Pasar (OP) dan Pasar Murah guna menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat.
“Kami akan mengadakan Operasi Pasar dan Pasar Murah bekerja sama dengan TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) serta sinergi dengan BUMN dan PT Pos Indonesia dari pemerintah pusat. Program ini akan berlangsung selama satu bulan penuh di bulan Ramadan,” jelas Husin.
Untuk wilayah Mojokerto, operasi pasar akan dilakukan di dua titik utama, serta di sejumlah pasar tradisional dan permukiman warga.
Bulog juga tetap melakukan penyerapan gabah langsung dari petani di wilayah Kota/Kabupaten Mojokerto dan Jombang, meskipun beberapa daerah terdampak banjir dan hujan angin.
“Alhamdulillah, kondisi banjir tidak berdampak pada pasokan beras. Penyerapan gabah langsung dari petani tetap berjalan lancar,” tambahnya.
Sementara itu, Harga Eceran Tertinggi (HET) beras yang berlaku sesuai Peraturan Badan Pangan Nasional (Bapanas) adalah beras medium: Rp12.500 per kg dan beras premium: Rp14.900 per kg
Masyarakat tidak perlu khawatir karena stok beras dipastikan aman hingga enam bulan ke depan, sehingga persiapan Ramadan dan Idul Fitri tetap terjamin. [tin/beq]






