Kediri (beritajatim.com) – Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Kediri Harisun menyampaikan bahwa sejumlah Koperasi Desa Merah Putih telah mulai menjalin kerja sama dengan Bulog. Khususnya kerja sama dalam bisnis distribusi beras.
Kerja sama tersebut dinilai cukup diminati karena persyaratan yang diberikan Bulog relatif lebih sederhana dibandingkan lembaga lain.
Harisun menjelaskan, koperasi yang ingin bermitra dengan Bulog hanya perlu melengkapi dokumen legalitas usaha agar dapat mulai melakukan transaksi pembelian beras dari gudang Bulog.
“Bulog tidak terlalu banyak persyaratannya. Yang penting secara legalitas dokumen sudah lengkap mereka sudah bisa berbelanja,” jelasnya.
Menurutnya, peluang keuntungan dari bisnis beras ini juga cukup jelas bagi koperasi. Bulog menjual beras dengan harga sekitar Rp11.000 per kilogram dari gudang, atau sekitar Rp11.200 jika diantar.
Sementara koperasi dapat menjual kembali beras tersebut di kisaran Rp11.500 hingga Rp12.000 per kilogram.
“Sudah kelihatan marginnya. Tapi kalau yang lain persyaratannya masih ribet. Kalau Bulog sudah terbukti sangat lunak persyaratannya yang penting bisa dipenuhi kita bisa eksekusi,” ujarnya.
Dalam sistem distribusinya, koperasi juga memiliki batas pengambilan maksimal dua ton dalam satu kali transaksi.
Namun pengambilan tersebut dapat dilakukan beberapa kali dalam satu minggu selama tetap mengikuti ketentuan yang berlaku.
Selain beras, Bulog juga menyalurkan komoditas minyak goreng yang didistribusikan melalui pasar-pasar utama terlebih dahulu sebelum diperluas ke pengecer lain termasuk koperasi.
Di wilayah Kota Kediri, penyaluran minyak goreng antara lain dilakukan di Pasar Setono Betek, sementara di Kabupaten Kediri berada di wilayah Pare dan Pamengan.
Harisun menambahkan, saat ini penyaluran minyak goreng kepada Koperasi Desa Merah Putih rata-rata mencapai sekitar 50 karton per koperasi.
Jumlah tersebut masih bersifat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan pasokan dari pusat.
“Kalau memang dropping dari pusat minyak itu membahnya bisa kita tambah tapi kalau turun sedikit pun kita kurangi, menyesuaikan kondisi,” jelasnya.
Saat ini jumlah koperasi yang telah bekerja sama dengan Bulog di wilayah Kediri dan sekitarnya terus bertambah. Bahkan di Kabupaten Nganjuk tercatat sekitar 67 koperasi telah menjalin kerja sama dengan Bulog.
Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sendiri merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Di wilayah Kediri, pembangunan gerai koperasi tersebut masih terus berlangsung dan sebagian di antaranya sudah mulai menjalankan kegiatan usaha koperasi. [nm/but]






