Mojokerto (beritajatim.com) – Kodim 0815 Mojokerto menyelenggarakan bazar UMKM, pasar murah, pembagian takjil, serta santunan anak yatim piatu di Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Seduri, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, pada Selasa (10/3/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat perdesaan sekaligus memperkenalkan fasilitas koperasi desa yang menjadi bagian dari program strategis nasional.
Dandim 0815 Mojokerto, Letkol Inf Abi Swanjoyo, menyatakan bahwa aksi sosial ini merupakan langkah nyata TNI dalam mendukung kemandirian ekonomi melalui platform KDMP. Pihaknya ingin memastikan masyarakat mengenal fungsi koperasi tersebut sebagai pusat distribusi dan pemberdayaan ekonomi lokal.
“Melalui bazar UMKM, bazar murah, pembagian takjil dan santunan anak yatim ini, kami sekaligus mengenalkan Koperasi Desa Merah Putih kepada masyarakat Desa Seduri,” ungkap Letkol Inf Abi Swanjoyo saat meninjau lokasi kegiatan.
Letkol Inf Abi menjelaskan bahwa KDMP merupakan infrastruktur ekonomi yang dibangun oleh TNI dengan target pengelolaan penuh oleh masyarakat setempat setelah operasional berjalan stabil. Untuk menjamin keberlanjutannya, personel Babinsa akan dikerahkan guna mendampingi warga dalam manajemen koperasi.
“Memang yang membangun ini TNI, tetapi ke depan koperasi ini akan menjadi milik masyarakat Desa Seduri. Kami juga akan melibatkan Babinsa untuk melakukan pendampingan agar koperasi ini dapat berjalan dengan baik dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Sebagai penunjang distribusi logistik, KDMP Desa Seduri nantinya akan dilengkapi dengan sarana transportasi berupa satu unit truk, satu unit mobil bak terbuka, serta dua unit kendaraan roda tiga jenis Tossa. Fasilitas ini diharapkan mampu menekan biaya distribusi barang pokok sehingga harga di tingkat konsumen desa menjadi lebih terjangkau.
Dalam agenda bazar murah tersebut, petugas menyiapkan 500 paket sembako yang terdiri dari beras SPHP dan minyak goreng Minyakita. Kodim 0815 menerapkan sistem subsidi harga, di mana warga pemegang kupon dapat menebus beras seharga Rp50.000 dan minyak goreng seharga Rp10.000.
Bagi warga yang tidak memiliki kupon, paket kebutuhan pokok tersebut tetap dijual di bawah harga pasar, yakni Rp57.500 untuk beras dan Rp14.500 untuk minyak goreng. Skema harga ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga pangan selama bulan suci Ramadan.
Selain fokus pada aspek ekonomi, kegiatan ini ditutup dengan aksi kemanusiaan berupa pembagian takjil kepada pengguna jalan dan pemberian santunan bagi anak yatim piatu di wilayah Seduri. Langkah ini menjadi representasi jurnalisme konstruktif TNI dalam membangun sinergi sosial dan kepedulian di bulan Ramadan. [tin/ian]






