Bojonegoro (beritajatim.com) – Perum Bulog Kabupaten Bojonegoro menyerap sebanyak 2.400 ton setara beras hasil panen raya pada awal 2023. Jumlah tersebut dari penyerapan rata-rata 100 sampai 200 ton setara beras yang dilakukan hingga Kamis (30/3/2023).
Pimpinan Cabang Perum Bulog Kabupaten Bojonegoro, Sugeng Hardono mengatakan, penyerapan Bulog yang dilakukan itu dari tiga kabupaten yang menjadi wilayah operasinya, yakni Kabupaten Bojonegoro, Tuban dan Kabupaten Lamongan.
Pembelian beras maupun gabah kering panen (GKP) yang dilakukan Perum Bulog menggunakan skema komersil. Sehingga, harga jual petani masih stabil saat panen raya. “Dengan begitu, kesejahteraan petani masih stabil karena tidak mengalami penurunan harga saat panen raya,” ujarnya, Jumat (31/3/2023).
BACA JUGA:
Hasil Panen Padi Banyak Dijual ke Luar Bojonegoro
Dengan skema komersil ini, terbukti bahwa harga GKP maupun beras ditingkat petani tetap tinggi saat panen raya. Untuk panen raya, harga GKP di tingkat petani rata-rata Rp5.850 per kilogram. Sedangkan, harga beras medium sendiri, berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp10.500 per kilogram.
Dengan serapan yang dilakukan pasca panen raya itu, pihaknya menjamin ketersediaan stok saat Bulan Ramadhan 1444 Hijriah dan menjelang Idul Fitri masih aman. [lus/suf]






