Bojonegoro (beritajatim.com) – Kepala Perum Bulog Cabang Bojonegoro Sugeng Hardono mengimbau kepada masyarakat agar tidak panic buying atau belanja beras secara berlebihan untuk ditimbun.
“Karena stok beras masih cukup, sehingga tidak perlu belanja yang berlebihan,” ujarnya, Rabu (04/10/2023).
Sugeng mengatakan, stok beras untuk jenis beras medium di gudang Bulog Cabang Bojonegoro saat ini masih cukup. Stok beras di Bulog hingga Desember 2023 diperkirakan sampai 10 ribu ton.
Sementara Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Bojonegoro Sukaemi mengatakan, dalam situasi harga beras yang masih di atas harga eceran tertinggi (HET) pihaknya juga mengimbau agar tidak ada oknum yang menimbun beras.
“Kami terus berkoordinasi dengan Bulog dan mengantisipasi adanya penimbunan beras serta melaksanakan rakor dengan TPID Kabupaten Bojonegoro dengan semua OPD dan instansi terkait termasuk Polres,” ujarnya.
Baca Juga: Harga Beras di Pasar Bojonegoro Masih Relatif Tinggi
Hal itu dilakukan untuk menekan harga beras yang tergolong masih di atas HET. Harga beras medium di pasaran Rp12.103 per kilogram. Pemkab Bojonegoro, lanjut dia terus bersinergi meskipun kenaikan harga beras juga terjadi secara nasional.
“Dan Bojonegoro tidak terjadi Inflasi signifikan masih dibawah 2 persen dari provinsi dan nasional,” pungkasnya.
Sementara bagi masyarakat yang ingin membeli beras sesuai HET, yakni Rp10.900 per kilogram bisa melakukan pembelian di rumah pangan kita (RPK) yang tersebar di beberapa pasar dan kecamatan. RPK Bulog di Kabupaten Bojonegoro ada 58 titik, 102 titik khusus pasar dan 3 unit satgas Bulog. [lus]






