Bojonegoro (beritajatim.com) – Harga beras di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Bojonegoro masih relatif tinggi. Harga beras, terutama kelas medium saat ini masih di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp10.900 per kilogram.
Kepala Perum Bulog Cabang Bojonegoro Sugeng Hardono mengatakan, kenaikan harga beras hingga melebihi harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah terjadi secara nasional. Tingginya harga beras sudah terjadi sejak sepekan terakhir.
“Bulog sekarang fokus untuk menekan harga beras agar tidak terjadi kenaikan lagi. Saat ini kondisi harga beras medium masih di atas HET,” ujarnya, Rabu (04/10/2023).
Langkah-langkah yang dilakukan Bulog untuk menekan harga beras diantaranya melalui program stabilisasi pasokan harga pangan (SPHP), bantuan pangan murah, dan operasi pasar yang dilakukan bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Untuk SPHP, kata Sugeng, pihaknya akan terus menambah jumlah pengecer maupun jumlah pasar yang sudah dilayani oleh Bulog. Saat ini jumlah pasar yang sudah dilayani secara rutin ada sebanyak 38 pasar dengan jumlah 105 pengecer. Dari jumlah itu, sudah ada 950 ton beras yang disalurkan khusus untuk Kabupaten Bojonegoro.
“Realisasi atas pelaksanaan SPHP dari Januari sampai Oktober 2023 ini sudah 3.500 ton beras yang disalurkan di tiga kabupaten di wilayah kerja Bulog, yakni Kabupaten Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan,” jelasnya.
Baca Juga: Penyebab Suhu Panas di Bojonegoro, Ini Penjelasan BMKG
Disamping SPHP upaya menekan harga beras juga melalui bantuan pangan beras. Bantuan pangan beras untuk penyaluran tahap pertama, kata dia, sudah disalurkan sebanyak 9 ribu ton beras untuk kelompok penerima manfaat (KPM).
“Tahap 2 ada tambahan lagi 9 ribu ton beras. Itu upaya untuk meredam kenaikan harga yang relatif di atas HET,” lanjutnya.
Sedangkan untuk program operasi pasar pihaknya mengaku akan berkoordinasi intens dengan Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro.
Harapannya, dengan banyaknya program tersebut bisa mendekatkan dan memberikan akses masyarakat mendapatkan harga beras Bulog yang relatif murah dengan harga Rp10.900 per kilogram.
Sementara diketahui, sesuai pemantauan harga kebutuhan pokok di situs web Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Bojonegoro disebutkan, harga beras medium sebesar Rp12.103 per kilogram dengan tren turun.
“Kami berkoordinasi dengan Bulog dan dilaksanakan operasi pasar di beberapa titik dekat pasar daerah dan melakukan pengawasan di semua pasar agar tidak menjual beras medium melebihi HET Rp10.900 per kilogram,” ujar Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Bojonegoro Sukaemi. [lus/ted]
[berita-terkait number=”3″ tag=”bmkg”]






