Gresik (beritajatim.com) – Menjelang Bulan Ramadan, ikon Kota Gresik dituntut untuk fokus beribadah. Untuk itu, Satpol PP melarang warung kopi, atau warkop memutar musik dengan volume keras. Jika melanggar, sanksi siap menanti dari petugas Satpol PP.
Kota Gresik yang juga dikenal sebagai kota seribu warkop. Tidak sedikit dari warkop tersebut, sering memutar musik dengan suara keras di siang hari maupun malam hari.
Seperti warkop di Jalan Noto Prayitno Gresik, Ngipik, Pongangan, Leran, Banjarsari, hingga pelosok-pelosok desa. Warkop-warkop tersebut, biasanya memutar musik keras untuk menarik pengunjung bernyanyi di lokasi.
Saat bulan puasa, semua warkop yang beroperasi wajib mentaati peraturan. Jika malam hari, banyak masyarakat melakukan tadarus di masjid-masjid. Sehingga, tidak elok apabila musik keras itu bersahutan dengan lantunan ayat suci al quran.
Kepala Dinas Satpol PP Pemkab Gresik Suprapto bakal intens melakukan operasi di berbagai titik. Yakni untuk menjaga suasana ramadhan tetap khusyuk.
[berita-terkait number=”4″ tag=”warkop-gresik”]
Dirinya mengaku, ketika saat bulan puasa nanti ditemui warkop memutar musik keras, akan dilakukan sanki.
“Kalau ada yang melanggar kami sanksi, pertama akan kami tegur dulu,” ujarnya, Jumat (25/03/2022).
Saat siang lanjut dia, warkop yang menjajakan minuman atau makanan ringan wajib menutup tempatnya dengan tirai.
“Boleh buka, tapi harus ditutup tirai agar tidak terlihat dari luar,” ungkapnya.
Dirinya juga berharap, dengan upaya demikian masyarakat Gresik bisa lebih khusyuk beribadah saat bulan puasa. Selain itu, suasana bulan puasa agar terlihat lebih kental. (dny/ted)






