Surabaya (beritajatim.com) – Aksi balap liar dengan knalpot brong di Jalan Ngagel Jaya Selatan, Surabaya, saat malam hari dikeluhkan warga karena mengganggu waktu istirahat dan semakin marak saat ramadan 2025.
Kelompok pemuda yang memacu kendaraan dan menggeber gas mereka itu sering dilakukan saat jam-jam istirahat tidur, berlangsung pada kisaran pukul 01.00-03.00 WIB dini hari menjelang waktu sahur.
Farusma, warga Ngagel Madya mengungkapkan bahwa jam tidurnya terganggu karena aksi balap liar di samping kosnya. Tidak hanya satu hari dua hari, namun itu nyaris setiap hari sejak awal bulan ramadan ini.
“Setiap malam week end pasti ada (balap liar) di sini. Suara meraung knalpot yang digeber, selalu mengagetkan,” terang Farusma, pria 25 tahun itu, Selasa (18/3).
Dia mengatakan, balap liar dengan knalpot brong itu dilakukan oleh sekelompok remaja berlangsung mulai 01.00 WIB dini hari. Dan akan bubar saat menjelang sahur, atau saat ada patroli polisi.
“Kadang-kadang bubar sendiri waktu menjelang sahur. Dan kadang juga terdengar sirine kepolisian yang mungkin itu membubarkan aksi balap liar tersebut. Intinya memang balap liar ini sering terjadi dan sangat mengganggu,” ucap dia.
Menanggapi maraknya balap liar dengan knalpot brong tersebut, Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Herdiawan Arifianto mengatakan, sudah sering petugas melakukan patroli di lokasi lokasi rawan balap liar, termasuk di Jalan Ngagel Jaya Selatan.
“Iya, di Ngagel. Jadi Ngagel itu kan, kemarin kita sudah jadikan salah satu sasaran patroli malam minggu kemarin kan, salah satunya di situ,” jelas Herdiawan.
Melalui patroli malam itu, Herdiawan menjelaskan bahwa balap liar di Ngagel Jaya Selatan itu dilakukan kurang lebih 4 sampai 5 orang. Dia bilang, saat petugas tiba di lokasi kelompok tersebut selalu melarikan diri menjauhi petugas.
“Mereka ini kucing-kucingan (kejar-kejaran). Mereka bukan bentuk ikatan kelompok besar itu, ketemunya 4 sampai 5 orang, ketemu di Lampu Merah, ngeeng (menancap gas melarikan diri) gitu. Kalau patrolinya itu kita lakukan setiap hari,” kata dia.
Dari situ, Herdiawan menambahkan, dalam waktu mendekati hari raya lebaran ini polisi akan mempertebal pengawasan dan patroli balap liar di setiap sudut Kota Surabaya. Dengan melibatkan seluruh personel polisi standby di Pos PAM, Pos Yan dan Pos Terpadu.
“Paling tidak dengan adanya kehadiran pos pos itu, setidaknya mengurangi kesempatan (mereka pelaku balap liar),” tutupnya.(ama/ted)






