Malang (beritajatim.com) – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menghadirkan sesuatu yang unik dalam acara buka bersama (bukber) dengan awak media pada 17 Maret 2025. Bukber kali ini bertema era 80-an, lengkap dengan dekorasi jadul serta tamu undangan yang mengenakan busana khas vintage.
Puluhan jurnalis dari media cetak, online, hingga televisi turut meramaikan acara ini. Bahkan beberapa berhasil membawa pulang hadiah sebagai Best Costume karena tampil maksimal dengan gaya retro.
Kepala Humas UMM, Dr. M. Isnaini, menjelaskan bahwa UMM telah mengalami transformasi luar biasa selama bertahun-tahun. Dengan mengangkat tema 80-an, acara ini bertujuan mengajak tamu untuk mengenang perjalanan kampus dan menghargai perjuangan dalam membangun institusi ini.
“Para awak media memiliki peran penting dalam perkembangan UMM. Mereka menjadi saksi transformasi kampus, menerbitkan berita-berita edukatif, serta menyebarkan nilai-nilai positif kepada masyarakat,” ujar Isnaini.
Tak hanya media, UMM juga mengundang PIC humas fakultas, digital team, serta influencer yang aktif mempublikasikan konten edukatif kampus. Menurut Isnaini, kontribusi mereka dalam menyebarkan informasi melalui berbagai platform sangat membantu eksistensi UMM sebagai kampus berprestasi.
Berkat sinergi yang solid antara humas, media, dan digital team, Humas UMM berhasil meraih penghargaan nasional tiga tahun berturut-turut sebagai Humas Terbaik dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Di sisi lain, jurnalis senior Abdi Purnomo dari Tempo mengapresiasi kinerja Humas UMM dalam konsistensi pembuatan rilis berita. Ia menilai, dibandingkan kampus lain, UMM termasuk yang paling aktif dalam mengirimkan rilis berkualitas tinggi setiap hari.
“Banyak temuan dan inovasi yang dipublikasikan UMM dengan cara yang sangat profesional. Ini tentu sangat membantu kami, para wartawan, dalam menyajikan informasi berkualitas kepada publik,” katanya.
Dengan semangat kebersamaan ini, UMM berharap media terus menjadi mitra strategis dalam menyebarkan informasi edukatif dan inspiratif bagi masyarakat luas.

Buka puasa bersama awak media bukan sekadar tradisi bagi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), tetapi juga momentum untuk menegaskan pentingnya peran jurnalistik dalam kemajuan bangsa. Hal ini disampaikan oleh Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, SE., M.Si., dalam sambutannya pada acara tersebut.
Menurutnya, sinergi antara dunia akademik dan media sangat krusial dalam memastikan informasi yang akurat dan mendidik sampai ke masyarakat. Ia menegaskan bahwa UMM memiliki ekosistem pendidikan yang menonjolkan kreativitas, inovasi, dan keterlibatan mahasiswa dalam dunia jurnalistik.
“Sejak tahun 1998, UMM telah membangun budaya jurnalistik di setiap program studi. Mahasiswa memiliki ruang untuk mengasah keterampilan mereka melalui berbagai majalah kampus, seperti Fokus di FKIP dan Didaktika di Fakultas Teknik,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Nazaruddin juga menyoroti isu viral #KaburAjaDulu dan menghubungkannya dengan tantangan citra Indonesia di mata dunia. Ia menilai, peran jurnalistik sangat penting dalam membangun narasi positif dan membuktikan bahwa Indonesia memiliki banyak keunggulan dibanding negara lain.
“Media memiliki tanggung jawab besar untuk membentuk opini publik yang sehat dan memberikan perspektif optimis tentang bangsa ini,” tambahnya.
Sebagai institusi pendidikan, UMM terus berkomitmen menciptakan lingkungan akademik yang mendukung pertumbuhan intelektual, termasuk dalam bidang jurnalistik. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya menjadi jurnalis berkualitas, tetapi juga agen perubahan yang mampu membawa dampak positif bagi masyarakat.
Menutup sambutannya, Rektor UMM menegaskan bahwa jurnalistik adalah salah satu mesin pertumbuhan bangsa. Ia berharap jurnalis kampus maupun profesional terus menjaga semangat optimisme dalam menyajikan informasi yang bermanfaat.
“Jika kita ingin bangsa ini maju, kita perlu membangun literasi jurnalistik yang kuat. Informasi yang positif dan solutif adalah kunci bagi masyarakat untuk menghadapi tantangan dan menciptakan solusi,” tegasnya.
Dengan kolaborasi yang erat antara dunia akademik dan media, diharapkan UMM terus menjadi pionir dalam penyebaran informasi yang membangun, mencerahkan, dan menginspirasi.
Acara buka puasa bersama UMM dan awak media bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga pengakuan atas peran penting jurnalis dalam mendukung ekosistem pendidikan. Melalui tradisi ini, UMM menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan media guna menciptakan perubahan positif bagi bangsa. (dan/ian)






