Jember (beritajatim.com) – Sebagaimana kota-kota di Jerman umumnya, Kota Flensburg memiliki klub sepak bola bernama SC Weiche Flensburg 08 yang berdiri pada 1908. Namun bukan sepak bola, melainkan daging sintetis, yang menarik minat Oryza Sativa Roshaney.
Mahasiswi Program Studi Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Jember, Kabupaten Jember, Jawa Timur, ini diterima dalam program International Credit Transfer dari Deutscher Akademischer Austauschdienst (DAAD).
DAAD memberikan kesempatan bagi Oryza untuk mengikuti kuliah selama satu semester sejak Juli 2022 di Flensburg University of Applied Science. Di sana ia belajar dan meneliti hormon pertumbuhan daging sintetis terbaik di bawah bimbingan Dr. Holger Rehmann.
“Saya tertarik meneliti daging sintetis, karena punya potensi besar, semisal dalam bidang kesehatan. Kita bisa mencoba obat baru kepada daging sintetis sehingga meminimalkan percobaan kepada hewan atau manusia,” kata Oryza, sebagaimana dilansir Humas Unej, Jumat (13/1/2023).
[berita-terkait number=”3″ tag=”unej”]
Oryza menyadari jika daging sintetis kontroversial. Pengembangan daging sintetis untuk konsumsi manusia masih jadi polemik, karena dikhawatirkan akan mematikan usaha peternak. Selain itu, ada kontroversi soal dampak dan aspek etika maupun ajaran agama. “Tapi pengembangan daging sintetis juga diproyeksikan dapat mengurangi gas metana yang dihasilkan peternakan yang berkontribusi bagi kerusakan atmofser sehingga meningkatkan pemanasan global,” katanya.
Di Flensburg, Oryza diajari soal pembuatan daging sintetis dimulai dengan pengambilan sel dari hewan ternak. “Kemudian sel itu diberi hormon pertumbuhan dalam proses in vitro di laboratorium, untuk kemudian menjadi daging seperti yang kita kenal,” katanya.
Oryza sudah kembali ke tanah air. Namun Flensburg kini menjadi impian. Oryza tengah menyiapkan riset untuk dikirimkan ke jurnal ilmiah di Flensburg University of Applied Science. Ini tugas akhirnya sebagai mahasiswi magang di sana. “Sambil mencari kesempatan pendanaan beasiswa,” katanya. [wir/ted]






