Mojokerto (beritajatim.com) – Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati membuka secara langsung pelaksanaan sosialisasi implementasi Sekolah Ramah Anak (SRA) untuk tenaga pendidik PAUD se-Kabupaten Mojokerto. Pelaksanaan sosialisasi implementasi SRA itu dilakukan untuk mewujudkan pelayanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang berkualitas di Kabupaten Mojokerto.
Kegiatan sosialisasi digelar di Gedung PGRI, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Selasa (6/12/2022). Turut dihadiri Plt Kepala Dinas Pendidikan Ardi Sepdianto, Ketua P2TP2A Mojokerto Ketua HP3, Ketua HIMPAUDI, Ketua IGTKI, serta narasumber dari Fasilitator Nasional yakni Bekti Prasetyani dan Ahmad ashari.
Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto sedang melaksanakan proses pengembangan layanan satuan PAUD di Kabupaten Mojokerto menjadi Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD-HI). “Ini betul-betul kita akan tangani dan dijalankan secara serius terkait dengan pengembangan anak usia dini secara holistik integratif,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-mojokerto”]
Stunting dan para siswa yang akan menjadi calon ibu terbebas dari kondisi kekurangan gizi kronis, lanjut orang nomor satu di lingkup Pemkab Mojokerto ini, termasuk dalam kriteria sekolah ramah anak. Sehingga layanan Pendidikan Anak Usia Dini ini harus punya Posyandu di sekolahnya masing-masing dan Pemkab Mojokerto menyiapkan dalam hal ini.
“Kita sudah siapkan, karena ini merupakan bagian kita untuk melakukan pemenuhan hak anak. Dalam melaksanakan Sekolah Ramah Anak untuk satuan layanan PAUD, harus terdapat pelatihan khusus untuk guru dalam mendeteksi tanda-tanda anak yang mengalami pelecehan seksual. Kalau kita bicara konsep sekolah, ini adalah bagian dari kita menyiapkan generasi yang akan datang,” katanya.
Yang berkembang secara utuh secara holistik integratif dan terpenuhi semua kebutuhannya tanpa ada yang tertinggal. Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini juga meminta, para pendidik agar dapat mewujudkan PAUD yang berkualitas sekaligus PAUD-HI di seluruh satuan layanan PAUD di kabupaten Mojokerto.
“Karena ini menjadi faktor pendukung utama, bahwa anak betul-betul akan tumbuh berkembang dengan baik kalau semua haknya terpenuhi, dan pemenuhan hak anak adalah menjadi kewajiban dari semua orang tua dan orang dewasa yang ada disekitarnya. Selain itu, dalam mengembangkan layanan PAUD-HI yang berkualitas dan sekolah berstatus ramah anak,” ujarnya.
Bupati menilai, perlu adanya pendampingan, pengawasan, dan perhatian dari Bunda PAUD dalam melaksanakan peran dan tugasnya untuk mengupayakan agar semua layanan pendidikan PAUD di wilayahnya masing-masing yang berkualitas. Menurutnya, semuanya harus diupayakan dalam satu keterpaduan, sistematis, simultan dan terintegrasi.
“Para pendidik bisa memperhatikan dan mengupayakan semua kebutuhan anak-anak, baik kebutuhan secara esensial maupun non esensial. Sehingga anak-anak kita akan bisa tumbuh dan berkembang dengan baik, dan kemudian mereka akan menjadi sumber daya manusia Indonesia yang sangat berkualitas,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut digelar selama dua hari dan diikuti 600 peserta pada hari pertama dan dihari berikutnya diikuti kurang lebih 400 peserta. Peserta meliputi dari tenaga pendidik TK, kelompok bermain, Satuan PAUD Sejenis (SPS), serta Pos PAUD. [tin/kun]






