Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Presiden Ma’ruf Amin membuka Rakernas IPI (Ikatan Pesantren Indonesia) yang digelar pada tanggal 11-13 Agustus di gedung Srijaya, Jalan Mayjen Sungkono Surabaya. Dalam sambutannya, Ma’ruf Amin menyinggung adanya kekerasan seksual yang dilakukan oknum kiai di pesantren.
Untuk itu, dia berharap agar IPI konsen dan melakukan pengawasan terhadap keamanan pada santri.
“Saya berharap agar pesantren di seluruh Tanah Air untuk menjaga keamanan seluruh santri, untuk menjadi penerus bangsa. Banyak pesantren yang mencoreng nama baik pesantren. Ada pesantren yang melakukan kekerasan seksual, untuk itu saya minta IPI mengawasi hal itu jangan sampai setitik noda sehingga pesantren dianggap tidak aman,” ujarnya.
Ma’ruf Amin menyatakan, oknum petinggi pesantren yang melakukan kekerasan seksual tak layak disebut kiai namun lebih disebut pura-pura kiai.
“Masak kiai seperti itu. Mudah-mudahan pesantren tidak dirusak dengan adanya oknum-oknum tertentu,” ujarnya.
BACA JUGA:
Haul Sunan Bonang di Tuban, Wapres: Wali Dekat dengan Allah
Ma’ruf Amin juga mengapresiasi adanya pertemuan IPI tersebut. Dia berharap betul pertemuan ini bisa menghasilkan rumusan yang konstruktif, yang baik, dan menjadikan pesantren lebih baik lagi.
Dalam sambutannya, Ma’ruf Amin mengatakan bangsa Indonesia merupakan hasil pendidikan pesantren ulama dulu, yang mana disebut banyak orang sebagai bangsa yang paling toleransi.
BACA JUGA:
Puji Pengalaman AHY, Presiden PKS: Tapi Soal Cawapres tetap Diumumkan Pak Anies
“Beberapa waktu lalu ada utusan dari cendekiawan muslim di dunia yang berpusat di Abu Dhabi menemui saya di Jakarta, dia bilang bahwa dia di Jakarta bukan untuk mengajari Indonesia, justru untuk belajar ke orang Indonesia tentang bagaimana itu Islam yang toleran, Islam yang besar. Menurut mereka yang paling toleran di dunia umat Islam ini, Islam di Indonesia,” ujarnya. [uci/beq]






