Kediri (Beritajatim.com) – Universitas Kadiri Kediri menggelar pertunjukan wayang kulit semalam suntuk, pada Selasa malam (21/11/2023).
Pagelaran wayang kulit ini dalam rangka Dies Natalis Universitas Kadiri ke-44, sekaligus wujud syukur atas pembukaan Fakultas Kedokteran Gigi.
Sambil menonton wayang kulit pengunjung bisa mencicipi nasi makanan pecel tumpang dan soto ayam tamanan secara gratis yang telah disediakan oleh pihak.
Rektor Universitas Kadiri Ir Djoko Rahardjo mengatakan, pertunjukan wayang kulit selain mengandung makna budaya yang tinggi, juga memiliki makna falsafah kehidupan serta suri tauladan. Wayang kulit juga menjadi perwujudan harapan dan doa.
Pertujukan wayang kulit semalam suntuk ini menghadirkan dalang kondang Ki Sun Gondrong. Adapun lakon yang dibawakan adalah ‘Mbangun Candi Sapto Argo’.
Lakon tersebut menceritakan tentang sebuah usaha untuk memperoleh suasana negara yang tentram damai serta bahagia sejahtera.

Baca Juga : Satpol PP Kota Kediri Operasi Rokok Ilegal pada 13 Toko
“Ini ungkapan kami dalam mensyukuri keberhasilan yang sudah diperoleh Universitas Kadiri sejak tahun 1980 hingga tahun 2023 ini,” tutur Joko Raharjo.
Hal senada turut diungkapkan oleh Prof (H.C) Dr. Ir. IGG. Heru Marwanto, M.M (Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Sudanco supriyadi (YPSS) Walisongo Kediri.
Heru menuturkan lakon ‘Mbangun Candi Sapto Argo’ juga turut memiliki arti membangun sebuah perguruan, yang diharapkan bisa memunculkan suatu sifat yang bisa mensejahterakan masyarakat.
Makna tersebut menjadi pendorong semangat Universitas Kadiri, untuk bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat Kediri dan sekitarnya, maupun secara nasional.
“Semoga menjadi momentum bersama untuk mewujudkan visi dan misi lembaga, sehingga menghasilkan insan yang cerdas inovatif dan amanah,” terangnya.
Semangat itu salah satunya diperlihatkan dengan dibukanya Fakultas Kedokteran Gigi, yang saat ini telah memiliki dua program studi yakni Kedokteran Gigi dan Profesi Kedokteran Gigi.
Heru mengungkapkan Fakultas Kedokteran Gigi ini nantinya tidak hanya diperkuat oleh sumber daya manusia yang berkualitas tapi juga sarana dan prasarana pendukung. Salah satunya seperti rumah sakit bedah gigi, yang ditargetkan bisa dibangun dalam waktu tiga tahun kedepan.
Saat ini fakultas tersebut sudah dilengkapi dengan sebuah laboratorium, dan sudah ada lebih dari 17 dosen yang bertugas mengajar.
“Sudah ada visitasi oleh beberapa lembaga profesi, untuk melihat sarana dan prasarana dan sudah dinyatakan memenuhi syarat untuk memperoleh izin operasional pendidikan S1 kedokteran gigi dan profesi dokter,” pungkasnya.
Pertunjukan wayang kulit tersebut juga disemarakkan dengan bazar UMKM, termasuk UMKM kuliner. [nm/ted].






