Surabaya (beritajatim.com) – PT Bank Tabungan Negara (BTN) Kanwil Jatim, Bali dan Nusa Tenggara menunjukkan komitmennya untuk menjalin sinergi dan kolaborasi dengan dunia usaha di Jawa Timur. Hal ini dibuktikan dengan kunjungan mereka ke Graha Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur pada Selasa (9/7/2024).
Kunjungan ini disambut hangat oleh Ketua Umum Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto, beserta jajaran pengurus dan perwakilan dari berbagai asosiasi pengusaha. Deputy Regional Manager Business BTN Kanwil Jatim, Bali dan Nusa Tenggara, Carly Tambunan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa BTN ingin membuka peluang kerjasama dengan para pelaku usaha di Jatim dalam hal pembiayaan dan investasi di berbagai sektor industri.
“Kami ingin melakukan kolaborasi karena sekarang eranya kolaborasi. Kita tidak bisa bekerja sendirian,” tegas Carly Tambunan.
Ia menjelaskan bahwa selama ini BTN identik dengan pembiayaan perumahan, namun kini pihaknya ingin menunjukkan bahwa BTN juga mampu memberikan solusi pembiayaan untuk berbagai sektor industri. Hal ini dibuktikan dengan berbagai produk pembiayaan yang ditawarkan BTN, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk UMKM, Kredit Modal Kerja dan Kredit Investasi untuk industri, dan lainnya.
Carly Tambunan optimis bahwa dengan menjalin kerjasama dengan Kadin Jatim, BTN dapat menjangkau lebih banyak nasabah potensial dan meningkatkan penyaluran kreditnya. Ia menargetkan pertumbuhan Kredit Modal Kerja dan Investasi di Jatim mencapai 30-40% pada tahun ini.
Sementara itu, Ketua Umum Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto, menyambut baik tawaran kerjasama dari BTN. Ia mengungkapkan bahwa pembiayaan memang menjadi salah satu kendala utama yang dihadapi oleh para pelaku usaha di Jatim.
“Di Kadin ini ada dua keanggotaan, pertama anggota luar biasa yaitu asosiasi atau himpunan pengusaha dan anggota biasa yaitu pelaku usaha dari berbagai industri. Ini adalah potensi nasabah yang bisa digarap BTN,” ujar Adik.
Ia berharap kerjasama ini dapat memberikan solusi pembiayaan yang mudah dan terjangkau bagi para anggotanya.
Beberapa sektor industri yang potensial untuk digarap BTN di Jatim antara lain pelayaran, cukai dan hasil tembakau, dan manufaktur. Para pengurus Kadin Jatim yakin bahwa dengan sinergi yang kuat, BTN dan Kadin Jatim dapat bersama-sama mendorong pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur.[rea]






