Surabaya (beritajatim.com) – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) kembali menjalin kerjasama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui penandatanganan nota kesepahaman baru. Nota kesepahaman ini membuka peluang besar bagi BTN untuk mengembangkan berbagai produk dan layanan jasa perbankan di lingkungan ITS.
Direktur Utama Bank BTN Nixon LP Napitupulu optimistis bahwa kerjasama ini akan menghasilkan keuntungan besar bagi kedua belah pihak.
“Potensi bisnis yang bisa dikembangkan di kampus-kampus sangat besar, baik dari sisi pendanaan maupun kredit,” ungkap Nixon.
Beberapa peluang bisnis yang dibidik BTN di ITS antara lain:
- Penerimaan uang kuliah mahasiswa: BTN dapat menawarkan layanan pembayaran uang kuliah yang mudah dan praktis bagi para mahasiswa ITS.
- KPR untuk civitas akademika: BTN dapat menyediakan KPR dengan suku bunga dan syarat yang menarik bagi dosen, staf, dan karyawan ITS.
- Program Pengembangan Operasional (PPO) ITS: BTN dapat membantu ITS dalam pembiayaan berbagai proyek dan kegiatan operasionalnya.
- Pemasangan EDC/QRIS: BTN dapat memasang EDC/QRIS di berbagai merchant dalam ekosistem bisnis ITS, seperti kantin, toko, dan laboratorium.
- Payroll: BTN dapat menjadi bank payroll bagi para karyawan ITS.
- Bank Garansi: BTN dapat menyediakan layanan Bank Garansi untuk DKPU dan PT. ITS Tekno Sains.
Rektor ITS Bambang Pramujati menyambut baik kerjasama ini, terutama dalam hal dukungan sistem pembayaran.
“Kerjasama dengan BTN ini sangat membantu kita, terlebih lagi di era sekarang ini, pembayaran tak lagi hanya melalui transfer tapi juga bisa melalui sistem lainnya seperti yang dimiliki perbankan seperti BTN,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Nixon juga membuka peluang bagi lulusan ITS untuk bergabung dengan BTN.
“Kami sedang membidik talenta-talenta dari kampus untuk bisa bergabung membangun BTN. Kami berharap lulusan ITS juga bisa bergabung dengan BTN,” jelas Nixon.
Dia juga membagikan tips suksesnya hingga bisa menjadi seorang Direktur Utama. Menurut dia, untuk bisa menjadi Direktur Utama, seseorang harus memiliki spesialisasi di satu bidang terlebih dahulu, dan setelah memahami berbagai macam tantangan unit kerja, barulah bisa menjadi generalis.
Nixon juga mengungkapkan komitmen BTN untuk terus melakukan inovasi agar bisa terus diterima masyarakat dan tidak tergerus oleh perkembangan zaman. Salah satu inovasi yang telah dilakukan BTN adalah dengan mengembangkan aplikasi superapps BTN Mobile.
Lebih lanjut, Nixon menjelaskan bahwa pola pembelian rumah di Indonesia masih didominasi KPR, namun ada pergeseran dalam pola transaksi, di mana penjualan rumah via daring/online meningkat.
“KPR masih menjadi pola utama dalam membeli rumah namun metodenya yang berubah. Transaksinya via online mencapai Rp2 triliun, beli rumah sekarang tidak harus bertemu,” jelasnya.
Menurut Nixon, sektor perumahan sangat penting bagi perekonomian Indonesia, sehingga tidak heran jika pemerintah selalu memberikan insentif terhadap sektor perumahan. Adanya stimulus pemerintah di bidang perumahan ini mendorong permintaan rumah pada triwulan I/2024. “KPR nasional hingga triwulan I/2024 tumbuh mencapai 12,4%. Sehingga pertumbuhan KPR terus mencapai 2 digit sejak triwulan II/2023,” pungkasnya.
Kuliah Umum
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu memberikan kuliah umum dihadapan ratusan mahasiswa ITS. Dalam kuliah umumnya, Nixon membuka kesempatan seluas-luasnya bagi lulusan ITS untuk bisa bergabung dengan BTN.
Dia juga membagikan tips suksesnya hingga bisa menjadi seorang Direktur Utama. Menurut dia, karir yang harus dilalui seseorang untuk bisa menjadi Direktur Utama, harusnya mengerti mengenai satu hal dahulu atau spesialis, jika sudah mengerti dan memahami berbagai macam tantangan unit kerja, barulah bisa menjadi generalis.
“Untuk membangun karir pastinya kita harus punya spesialisasi tertentu seperti kredit atau risk dan dana, setelah semua paham barulah melihat yang lebih besar lagi,” katanya. [rea/ian]





