Surabaya (beritajatim.com) – 87 Persen populasi rakyat Indonesia adalah muslim. Besarnya populasi ini juga berbanding lurus dengan kebutuhan fesyen serta induatri halal di Tanah Air.
Data dari Kementerian Perindustrian menunjukkan bahwa sektor fesyen akan menduduki posisi tertinggi kedua yang dikonsumsi di pasar syariah Indonesia, dengan perkiraan konsumsi industri halal Indonesia mencapai USD 330,5 miliar pada tahun 2025.
Dengan populasi Muslim mencapai 87% atau sekitar 244 juta jiwa, menjadikan fesyen Muslim sebagai bisnis dengan potensi yang sangat besar.
Hal ini ditangkap oleh PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus memperkuat perannya dalam mendukung ekosistem Islam, khususnya di sektor halal lifestyle.
“Per tahun 2024, belanja busana Muslim di Indonesia sekitar Rp290 triliun. Sementara pembiayaan fashion Muslim di BSI masih sekitar Rp10-an triliun. Potensi kami mengembangkan industri ini sangat besar,” ungkap Wisnu Sunandar, Corporate Secretary BSI.
Fenomena ini diperkuat dengan fakta bahwa hampir setiap pameran busana Muslim dari berbagai kelas ekonomi selalu ramai pembeli, bahkan diminati oleh kelas menengah atas. Hal ini mengindikasikan bahwa pasar fesyen Muslim terus berkembang pesat, dan rata-rata bisnis busana Muslim masuk dalam kategori segmen ritel UMKM.
Melalui gelaran BSI International Expo 2025 yang akan berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC) pada 26-29 Juni 2025, BSI secara aktif melibatkan lebih dari 200 tenant terkemuka, termasuk menggandeng 90 brand fesyen ternama Indonesia dan menghadirkan platform UMKM fesyen Glamlocal.
Wisnu Sunandar, menjelaskan bahwa acara ini merupakan kelanjutan dari sukses tahun sebelumnya, yang berhasil memfasilitasi pelaku UMKM dengan buyer dari berbagai negara. BSI International Expo 2025 mengangkat tema “Engaging Indonesia in the Global Halal Industry”, bertujuan menjadi wadah sinergi dan kolaborasi antara business-to-business (B2B) dan business-to-customer (B2C) untuk pengembangan industri halal hingga mampu menembus pasar internasional.
Sektor fesyen muslim menjadi salah satu sorotan utama dalam expo ini. Brand-brand besar seperti Button Scarves, Benang Jarum, Heaven Lights, dan desainer terkemuka seperti Ayu Dyah Andari, Vivi Zubedi, Zaskia Sungkar, dan Ria Miranda akan hadir.
Tidak ketinggalan, akan ada pula fashion show bersama desainer dari Indonesia Fashion Chamber dan artis ternama. Selain itu, UMKM Fashion yang tergabung dalam Glamlocal, dengan 6.000 anggota jastiper, serta produsen kosmetik halal juga akan memeriahkan acara.
BSI International Expo menjadi acara tahunan Bank Syariah Indonesia untuk mendukung kolaborasi antar pelaku usaha dalam ekosistem halal, dengan tujuan utama memajukan UMKM Indonesia agar “naik kelas”. Wisnu menekankan bahwa industri fesyen, dengan tren yang terus meningkat dan segmen pasar yang dominan wanita, menjadi fokus strategis BSI.
Selain menampilkan berbagai tenant fesyen, BSI juga memberikan pengalaman kemudahan transaksi melalui promosi menarik, seperti cashback transaksi hingga Rp350 ribu.[rea]






