Jombang (beritajatim.com) – PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang Jombang menyalurkan 189 unit alat semprot (sprayer) kepada 11 kelompok tani di wilayah setempat.
Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dilaksanakan oleh BRI ini bertujuan untuk mendorong produktivitas petani serta mendukung ketahanan pangan nasional di tingkat daerah.
Penyaluran alat dan mesin pertanian ini diharapkan dapat mempercepat proses perawatan tanaman, sehingga menurunkan risiko gagal panen akibat hama dan meningkatkan efisiensi biaya operasional bagi petani.
Pimpinan Cabang BRI Jombang, Boedhi Winaryo, menjelaskan bahwa pemberian bantuan alat semprot ini bukan hanya untuk mendukung keberlanjutan siklus pertanian, tetapi juga sebagai investasi produktif bagi petani.
“Alsintan ini kami titip untuk perawatan, semoga bisa awet. Harapannya bisa mendukung kinerja Bapak-bapak sekalian, panen melimpah, dan harga bagus. Setelah itu, hasil jualan produksinya silakan tabung di BRI,” ujar Boedhi dengan penuh harapan, Kamis (23/4/2026).
BRI tidak hanya memfokuskan pada bantuan alat semata, tetapi juga berkomitmen membangun kemandirian finansial petani melalui akses layanan perbankan modern. Boedhi juga mengajak kelompok tani untuk mulai beradaptasi dengan teknologi finansial demi kemudahan dalam melakukan transaksi pasca-panen.
“Dengan kerja sama ini mari kita kembangkan usahanya, semoga hasilnya bagus, lalu hasilnya simpan di BRI. Mari perlahan mengurangi transaksi tunai, bisa pakai kartu, bisa juga pakai aplikasi BRIMO,” tambahnya.
Selain itu, dalam suasana yang akrab, salah satu petani sempat melontarkan candaan, “Kalau nanti kurang modal (untuk bertani), apa bisa pinjam ke BRI juga?” Boedhi pun menjawab dengan tegas bahwa BRI siap mendukung dengan fasilitas pembiayaan mikro yang dapat membantu petani dalam mengembangkan usaha mereka.
“Ekosistem pembiayaan mikro BRI selalu siap menopang kebutuhan petani,” katanya.
BRI telah menyiapkan 27 unit jaringan BRI yang tersebar di seluruh pelosok Jombang, seperti di Unit Mojoagung, Gudo, Blimbing, hingga Bandarkedungmulyo. Jaringan yang luas ini memungkinkan petani untuk mengakses permodalan dengan mudah, tanpa harus menempuh jarak jauh.
Melalui sinergi antara BRI dan kelompok tani, program ini tidak hanya bertujuan untuk memastikan panen musim ini sukses, tetapi juga untuk membangun ekosistem pertanian yang tangguh. Dengan dukungan terhadap sarana produksi, literasi keuangan, dan akses permodalan yang lebih baik, diharapkan para petani dapat semakin berkembang secara ekonomi dan mandiri. [suf]






