Blitar (beritajatim.com) – Siapa sangka, di balik kota kecil Blitar, ada geliat industri yang tak hanya berisik, tapi juga potensial menggebrak pasar dunia. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Blitar mencatat, sepanjang tahun 2024, lebih dari 300 unit industri kendang rumahan tumbuh subur dan menunjukkan potensi besar untuk menembus pasar internasional.
Kepala BPS Kota Blitar, Hanung Pramusito, mengungkapkan hasil survei yang mengejutkan yakni ada 302 unit usaha pengrajin kendang yang berkembang pesat. Mayoritas, tepatnya 298 unit, terkonsentrasi di Kecamatan Kepanjenkidul, sementara sisanya, 4 unit, berada di Kecamatan Sananwetan. “Industri kendang Kota Blitar ini sangat berpotensi menembus pasar Internasional,” ucapnya pada Sabtu (6/9/2025).
Potensi Ekspor yang Menggiurkan
Kendang, alat musik perkusi tradisional ini, rupanya tak hanya digandrungi di dalam negeri. Data ekspor BPS menunjukkan, alat musik ini mulai mencuri perhatian pasar luar negeri. Total nilai ekspor alat musik dari Blitar mencapai $582,490 US atau sekitar Rp9,5 juta dengan volume ekspor 330,460 kilogram.
Angka-angka ini menegaskan bahwa kendang bukan sekadar produk kerajinan, melainkan komoditas unggulan yang bisa bersaing secara global. Dengan kualitas dan keunikannya, produk kendang Blitar memiliki peluang besar untuk mendunia.
“Data ini diharapkan bisa menjadi rujukan bagi pemerintah dan masyarakat untuk terus memperkuat industri kreatif lokal, sekaligus membuka peluang kerja baru agar angka pengangguran dapat ditekan,” imbuhnya.
Penyerap Tenaga Kerja Potensial
Selain potensi ekspornya, industri kreatif kendang juga memiliki peran signifikan dalam penyerapan tenaga kerja. Survei BPS mencatat, sektor ini menyerap 22,86 persen dari total 18.665 penduduk usia kerja di Blitar. Angka ini terdiri dari 12.701 laki-laki dan 5.964 perempuan, menunjukkan bahwa industri ini membuka kesempatan kerja yang luas bagi masyarakat. “Hasil survei yang kami lakukan, di tahun ini sekitar 302 industri kendang di Kota Blitar,” terang Hanung.
Dengan dukungan yang tepat, geliat industri kendang di Blitar tak hanya menjadi sumber penghidupan, tapi juga ikon kota yang berpotensi mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. (owi/kun)






