Mojokerto (beritajatim.com) – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mojokerto mulai melakukan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) tahun 2026. Pendataan awal dilakukan agar tidak ada pelaku usaha yang terlewat, termasuk yang berada di pasar tradisional, kawasan industri, hingga destinasi wisata.
Kepala BPS Kabupaten Mojokerto, Dwi Yuhenny menyampaikan bahwa pihaknya telah memulai tahapan awal untuk pelaksanaan SE 2026. “Ya, kami sudah mulai persiapan, dimulai dengan pendataan direktori usaha terlebih dahulu supaya saat sensus tahun depan tidak ada yang terlewat,” ungkapnya, Kamis (15/5/2025).
Persiapan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari sosialisasi hingga pendataan direktori usaha di berbagai lokasi strategis. Langkah awal yang dilakukan BPS Kabupaten Mojokerto yakni sosialisasi lewat media sosial (medsos). Menurutnya, BPS Kabupaten Mojokerto rutin mengunggah konten BerantaSE (Berita Seputar Sensus Ekonomi).
“Konten BerantaSE, kami uploud setiap hari Rabu untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang SE. Kemudian kami juga melakukan profiling usaha berbasis web, petugas mencocokkan data dari berbagai sumber seperti survei internal, hasil pendataan SBR, dan aplikasi Snap Wangi dari Google,” katanya.
Tujuannya adalah, lanjutnya, memverifikasi apakah usaha tersebut masih aktif dan memastikan alamat serta jenis usahanya valid. Dwi menjelaskan, pihaknya juga melakukan pendataan di 33 pasar tradisional yang ada di Kabupaten Mojokerto dengan menggunakan metode Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI) dan aplikasi SW Maps.
“Petugas mendata nama usaha, jenis kegiatan, alamat, dan titik koordinat lokasi usaha. Kegiatan ini hampir rampung dengan melibatkan 32 ASN BPS Kabupaten Mojokerto. Dan saat ini, kami tenggah melakukan pendataan kelompok pertokoan dan sejenisnya
Setelah pasar, pendataan dilanjutkan ke kelompok pertokoan yang tersebar di 18 kecamatan,” ujarnya.
Dwi menjelaskan, jika saat ini proses tersebut sudah dimulai dan akan terus berjalan. Selain itu, rencananya BPS Kabupaten Mojokerto juga melakukan pendataan kawasan pusat ekonomi, kawasan industri di Ngoro dan Jetis, serta kawasan wisata di Pacet dan Trawas sebagai bagian dari cakupan sensus.
“Sebagai tambahan, pegawai BPS Kabupaten Mojokerto juga akan mendata usaha yang berada di sekitar tempat tinggal mereka. Pegawai kami sudah dan sedang turun langsung ke lapangan, terutama ke pasar-pasar. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Disperindag dan DPMD Kabupaten Mojokerto dalam hal ini,” pungkasnya. [tin/ian]






