Jember (beritajatim.com) – Harga cabai dan minyak goreng sudah mulai terkendali di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Menjelang Ramadan, harga tiga komoditas diperkirakan naik, yakni tepung, telur, mentega.
“Dalam pertemuan-pertemuan (Tim Pengendali Inflasi Daerah Jember) sebelumnya, komoditas cabai rawit dan cabai merah sering muncul (dibahas). Minyak goreng juga. Sekarang sudsah tidak muncul, karena mungkin instansi teknis yang menangani sudah bergerak,” kata Kepala Badan Pusat Statistik Tri Erwandi, ditulis Kamis (23/2/2023).
Kenaikan harga bergeser ke komoditas lain. “Yang perlu kita waspadai adalah momen menjelang Ramadan dan lebaran. Permintaan telur, tepung, mentega harus diwaspadai, harus dilihat pasokan dan distribusinya. Dengan bersinergi, maka warning kondisi harga yang tidak stabil bisa terjaga,” kata Erwandi.
BACA JUGA:
Stok Beras Bulog Jember 400 Ton, Aman Hingga Jelang Ramadan
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jember Bambang Saputro mengatakan, operasi pasar dilaksanakan setiap hari Senin-Kamis, sejak 16 Januari 2023. Operasi pasar akan dilaksanakan sepanjang tahun ini.
“Yang paling banyak diminati pengunjung adalah beras Bulog dengan harga Rp 44 ribu per sak berisi lima kilogram, telur ayam seharga Rp 24 ribu per kilo, dan minyak goreng Minyakita,” kata Bambang.
Sesuai informasi dari Bulog, menurut Bambang, stok beras di Jember masih aman. “Di Jember juga banyak perusahaan beras besar. Alhamdulillah, saat sidak ke gudang-gudang beras, ditemukan stok masih cukup. Musim panen pada tiba di Jember pada awal Maret 2023,” kata Bambang.
BACA JUGA:
Demi Kendalikan Inflasi di Jember: Malam Ngopi Bareng, Pagi Main Bulutangkis
Sementara itu stok minyak goreng di Jember relatif aman. Namun Minyakita bisa dibilang langka, karena harganya yang murah membuatnya diserbu masyarakat. “Dalam rangka mengantisipasi hal tersebut, Pemkab Jember langsung berkoordinasi dengan PT RNI. Alhamdulillah dalam waktu dekat Jember akan disuplai Minyakita,” kata Bambang. [wir/suf]






