Gresik (beritajatim.com)- Polemik penyaluran BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) kembali bermasalah. Bahkan, menindaklanjuti hal itu tim dari Kementrian Sosial dan Mabes Polri turun ke bawah (Turba) ke Gresik untuk menelusuri permasalahan ini.
Permasalahan BPNT tidak hanya terjadi di tahun 2022. Namun, pada 2021 juga menuai kritik. Pasalnya, komoditas yang dibagikan tidak layak dan tidak sesuai harga. Setelah dikritik dan ada perbaikan, penyaluran BPNT kembali mencuat. Hal ini karena keluarga penerima manfaat (KPM) menerima
komoditas yang tidak layak.
[berita-terkait number=”5″ tag=”bpnt”]
Tim rombongan Kementerian Sosial dan Mabes Polri dengan mengendarai empat mobil menuju ke kantor Dinas Sosial Gresik. Di tempat tersebut, dua tim dari pusat menanyakan mengenai evaluasi distribusi kartu keluarga sejahtera (KKS) dan terkait penyaluran BPNT yang belakangan ini ramai diperbincangkan.
Terkait dengan ini, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) dr Ummi Khoiroh membenarkan apabila tim dari Kemensos dan Mabes Polri datang ke Dinsos. “Setelah kami jelaskan mereka memahami apalagi sudah diganti,” ujarnya, Jumat (21/1/2022).
Ia menjelaskan pihak Kemensos juga memberi rekomendasi untuk penyaluran BPNT ke depannya. Yakni, fungsi tim koordinasi (Tikor) di tingkat kecamatan perlu diperkuat hingga agen. Kalau ada kesalahan diberi peringatan hingga dijatuhi sanksi agar menimbulkan efek jera.
“Dalam evaluasi itu tim Kemensos tidak menyinggung soal keberadaan suplier. Memang, dalam Permensos 20/2019, yang tercantum dalam penyaluran BPNT ini hanyalah agen. Sedangkan suplier tidak ada. Ini karena sistem tidak mengenal istilah suplier,” imbuhnya.
Lebih lanjut Ummi menuturkan, mengenai penyaluran BPNT yang ramai. Sebenarnya tim Dinsos Gresik sudah menelusuri ke lapangan. Ternyata, komoditas yang jelek itu berupa beras yang tidak layak.
“Jadi itu penyaluran PPKM atau yang disebut ke 13 dan 14. Jadi tahun kemarin ada tambahan dua penyaluran itu. Kemudian kami telusuri dan penyedia barang mengaku apabila kehabisan stok, tapi beras yang jelek sudah diganti,” pungkasnya. [dny/suf]






