Blitar (beritajatim.com) – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) melalui mitra kemaslahatan Baitulmaal Muamalat (BMM) telah resmi menyerahkan bantuan Program Kemaslahatan berupa operasi katarak gratis. Acara ini berlangsung di Klinik Mata INOVEYE, Kota Blitar, pada Sabtu (11/05).
Indriayu Afriana, Kepala Divisi Pelaksana Monitoring dan Evaluasi BPKH, dalam sambutannya menyatakan bahwa BPKH, sebagai badan hukum publik yang mengelola keuangan haji, berkomitmen memberikan kontribusi sebesar-besarnya bagi umat. Salah satunya adalah melalui program kemaslahatan di bidang kesehatan. Hal ini sejalan dengan UU No 34 Tahun 2014 yang menyatakan bahwa seluruh nilai manfaat pengelolaan dana haji akan dikembalikan kepada umat di seluruh Indonesia melalui kegiatan kemaslahatan.
“Ada beberapa asnaf atau ruang lingkup bagi BPKH untuk hadir memberikan manfaat bagi umat. Mulai dari sosial keagamaan, pendidikan, tanggap bencana, dan bidang kesehatan. Sehingga hasil pengelolaan dana haji khususnya Dana Abadi Umat (DAU) manfaatnya bisa kembali kepada umat,” ujar Indriayu Afriana.
Acara ini juga dihadiri oleh Galeh Pujonegoro (Direktur Operasional, Kemaslahatan, dan Wakaf BMM), dr. Darma Setiawan (Kepala Dinas Kesehatan Kota Blitar), Dwi Novery Santosa, S.H., M.AP (Kepala Kelurahan Kepajenkidul), Budi Prasetio (Direktur Utama Klinik Mata INOVEYE), dan dr. Sonny Agung Santoso, Sp.M(K) (Penanggung Jawab Klinik Mata INOVEYE).
Program Operasi Katarak Massal Gratis di Jawa Timur merupakan wujud kepedulian terhadap banyaknya masyarakat Jawa Timur yang menderita katarak namun tidak memiliki biaya untuk berobat. Program ini diharapkan dapat memfasilitasi kemudahan operasi bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Indera penglihatan mendominasi aktivitas kita sehari-hari hingga 83%. Menjadikan mata sebagai sarana bagi kita untuk melihat dunia. Alhamdulillah, telah hadir bersama kita 26 peserta yang hari ini akan melaksanakan operasi katarak dari target 100 peserta. Insya Allah, sisa dari peserta akan dilakukan di Tulungagung dan Malang,” ungkap Galeh Pujonegoro.
Program ini melibatkan serangkaian pemeriksaan atau screening yang cermat. Tahapan operasi dimulai dengan pemeriksaan oleh dokter mata untuk mengidentifikasi kondisi katarak pada pasien. Selanjutnya, dilakukan pemeriksaan tensi darah dan Gula Darah Sewaktu (GDS) untuk menilai kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan, yang akan memengaruhi proses penyembuhan pasca operasi.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada BPKH, BMM, dan Klinik Mata INOVEYE yang telah mengadakan operasi katarak gratis. Karena operasi katarak cukup mahal dan saya pasti tidak mampu untuk melakukan operasi katarak. Semoga semua yang terlibat dalam kegiatan operasi ini mendapatkan pahala jariyah,” ujar Supadmi (63 tahun), salah satu penerima manfaat.
Melalui kolaborasi yang baik antara BPKH dengan BMM, diharapkan dapat lahir inisiatif-inisiatif lain dalam hal kemaslahatan untuk membantu lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.






