Sidoarjo (beritajatim.com) – Kasus perkelahian antara Kades Karangbong Kecamatan Gedangan, Sidoarjo, Moch Bambang Asmuni dengan Aan Laras Sudarmo warga Pacar Kembang, Tambak Sari, Kota Surabaya yang indekost di Jl.Suryo Wongso RT 04 RW 05 Karangbong Kec.Gedangan, berbuntut panjang.
Disusul, video pemuda mirip anak Kades Karangbong mendatangi rumah Aan dengan membawa seperti benda tajam, situasinya sepertinya terus memanas dan mengundang reaksi masyarakat setempat.
Tak sedikit warga Desa Karangbong yang merasa prihatin dan sedih atas kejadian tersebut. Masyarakat sepertinya menyesalkan perbuatan dan arogansi Kades Moch Bambang Asmuni dan pemuda seperti anaknya tersebut.
IF, salah satu tokoh masyarakat, sangat menyesalkan perbuatan Kades Asmuni Vs Warga Kos yang viral di Tiktok, dan video anaknya yang beredar luas di WhatsApp Group tingkat RT maupun RW itu. “Namanya kades apakah harus berbuat begitu, arogan terhadap warga. Jelas itu tidak mencerminkan seorang pemimpin yang baik,” katanya Selasa (25/4/2023).
Dia menambahkan, tidak hanya dirinya saja yang menyayangkan atau menyesalkan perbuatan tidak terpuji kadesnya tersebut. Bahkan masyarakat Karangbong yang duduk di badan permusyawatan desa (BPD) Karangbong, juga merasa miris dengan perbuatan Kades Asmuni itu. “Viral di Tiktok dengan perbuatan seperti itu sangat memalukan dan saya merasa atau menjadi malu,” imbuhnya.
Bahkan lanjut dia, hal ini (perbuatan Kades Asmuni, red) juga menjadi rasa-rasan di kantor BPD. Kebanyakan warga mendukung kasus ini diusut tuntas. “Saya mendukung kasus ini berlanjut atau diusut tuntas,” tandasnya.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/hukum-kriminal/kades-dan-warga-kos-saling-lapor-polisi-laporan-kades-diduga-dapat-keistimewaan/
Rencananya, lanjut IF BPD akan berkirim surat ke Camat Gedangan dan Bupati Sidoarjo dalam soal tata pemerintahan seorang pimpinan yang arogansi kepada warganya seperti itu.
KI tokoh masyarakat lainnya, juga berharap sama atau meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus ini. Pihak kepolisian juga diharapkan melakukan proses hukum yang tranparan dan tidak ditutup-tutupi. “Kasus itu harus diusut tuntas, siapa yang salah atas arogannya harus dihukum sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya meminta.
Sementara Kasi Humas Polresta Sidoarjo Iptu Tri Novi Handono belum memberikan statemen resmi soal perkembangan kasus atau tahapan penanganan kasus Moch Bambang Asmuni berkelahi dengan Aan warga kos tersebut. “Mohon waktu ya mas,” jawab singkat Iptu Novi. (isa/kun)






