Gresik (beritajatim.com) – Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) di Kabupaten Gresik tahun 2024 dicairkan kuartal pertama, atau bulan April. Hal ini berbeda pada Bosda tahap 2. Dimana, dana tersebut belum bisa dicairkan karena Dinas Pendidikan (Dispendik) setempat masih menunggu audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Pencairan Bosda tahun 2024 dilakukan tahun ini. Sedangkan yang tahap kedua 2023 masih menunggu audit BPK apakah bisa terutang atau tidak,” Sekretaris Dispendik Gresik, Herawan Eka Kusuma, Kamis (1/02/2024).
Terkait dengan itu lanjut dia, Dispendik sedang mempersiapkan terkait pencairan tersebut. Pasalnya, Bosda 2023 sempat hilang saat pembahasan perubahan anggaran 2023, tapi dikembalikan lagi. “Untuk pencairan Bosda semester pertama tahun 2024. Dispendik mengalokasikan anggaran sebesar Rp 32,8 miliar. Rinciannya, untuk lembaga SD sebesar Rp 16,6 miliar dan lembaga SMP sebesar Rp 16,2 miliar,” ungkapnya.
Anggaran Bosda ini menjadi salah satu fokus pemerintah dalam pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Yakni tentang Penguatan Sumber Daya Manusia yang Unggul, Berkelanjutan, dan Berkebudayaan Dilandasi Akhlakul Karimah. Sehingga anggaran Bosda sangat ditunggu oleh lembaga pendidikan. “Yang jelas Bosda 2024 akan cair lebih dulu di bulan April. Untuk Bosda 2023, nanti bagaimana hasil audit dari BPK baru bisa cair,” pungkas Herawan. [dny/kun]






