Gresik (beritajatim.com) – Bed Occupancy Ratio (BOR) atau kapasitas tempat tidur di RSUD Ibnu Gresik terus ditambah, kendati saat ini kapasitasnya sudah 90 persen. Bed tersebut akan ditambah lagi 80 tempat tidur (TT). Jumlah itu berada di tiga ruangan yang saat ini telah dikosongkan.
“Sudah kami kosongkan ruangannya. Untuk tambahan 80 TT itu di luar tambahan 50 bed yang kemarin dan di luar dari tenda darurat,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik, drg Syaifuddin Ghozali,” Selasa (6/7/2021).
[berita-terkait number=”5″ tag=”covid-19-gresik”]
Ia menambahkan, karena banyak tenaga kesehatan (Nakes) yang terpapar, pihaknya saat ini tengah menyelesaikan Peraturan Bupati (Perbup) tentang lowongan menjadi relawan kesehatan di Gresik. “Soal perbup itu dalam waktu dekat akan selesai. Sehingga, bisa segera merekrut relawan kesehatan,” imbuhnya.
Sementara itu, banyaknya puskesmas yang bergantian tutup juga ditanggapi oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Gresik. Wakil Ketua IDI Gresik Dr. dr. Lestari Sudaryani, M.Kes mengatakan, pihaknya kuatir terhadap para nakes yang saat ini menangani covid-19.
Sebab, satu persatu nakes gugur. Bahkan saat ini terdapat puluhan dokter dikonfirmasi positif. “Dokter ini banyak yang re-infeksi atau pernah positif. Selain dokter para nakes juga banyak yang positif,” ungkapnya.
Karena itu, IDI Gresik meminta agar masyarakat bisa patuh prokes. Terutama untuk menunda ngopi di tempat. “Para nakes sudah kewalahan, mari bantu sama-sama,” pungkasnya. [dny/suf]






