Ringkasan Berita:
- Sebanyak 35.108 suporter Persebaya Surabaya dan PSS Sleman hadir dalam laga pekan kelima Super League di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (18/10/2026).
- Bonek-Bonita dan Brigata Curva Sud (BCS) menggalang donasi masker serta obat tetes mata untuk membantu masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.
- Aksi solidaritas turut disuarakan melalui sejumlah spanduk yang menyoroti kondisi Kalimantan, termasuk pesan kemanusiaan dan kritik terhadap situasi yang terjadi.
- Donasi direncanakan dikirim ke Kalimantan paling lambat pekan berikutnya dan didistribusikan oleh Bonek Borneo bersama Bonek Disaster Response Team (BDRT).
Surabaya (beritajatim.com) – Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya menjadi panggung solidaritas suporter sepak bola untuk menyuarakan kepedulian terhadap tragedi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Di tengah rivalitas pertandingan pekan kelima Super League 2026/2027, Minggu (18/10/2026), pendukung Persebaya Surabaya dan PSS Sleman menyatukan kepedulian untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana tersebut.
Sebanyak 35.108 suporter dari kedua kesebelasan hadir dalam pertandingan itu. Bonek-Bonita, sebutan bagi pendukung Persebaya, bersama Brigata Curva Sud (BCS), kelompok suporter PSS Sleman, menggalang donasi berupa masker dan obat tetes mata. Bantuan tersebut disiapkan untuk melindungi warga yang menghadapi dampak asap kebakaran.
Di balik riuhnya pertandingan sepak bola, kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan menyisakan persoalan kemanusiaan yang serius. Api yang melahap ribuan hektare lahan dan muncul di banyak titik turut mengancam keselamatan warga, mengganggu aktivitas sehari-hari, serta merusak lingkungan.
Dampak karhutla juga dilaporkan menyentuh kelompok rentan. Bayi, ibu rumah tangga, guru honorer, hingga pencari nafkah keluarga disebut menjadi korban dalam rangkaian peristiwa yang berkaitan dengan kebakaran dan paparan asap. Gangguan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi salah satu ancaman kesehatan di tengah kondisi tersebut.
Asap pekat turut mengurangi paparan sinar matahari di sejumlah wilayah Kalimantan. Kondisi ini berdampak pada aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat, termasuk kegiatan pendidikan. Kebakaran juga mengancam keanekaragaman satwa liar beserta habitat yang menjadi tempat hidupnya.
Di Stadion GBT, kepedulian terhadap situasi tersebut disampaikan melalui spanduk yang dibentangkan di berbagai sudut stadion selama pertandingan berlangsung. Sejumlah pesan yang terlihat antara lain “Save Kalimantan”, “Tebakar atau Dibakar!?: All Eyes on Kalimantan”, dan “Merusak Bumi = Membunuh Manusia”.
Selain seruan penyelamatan lingkungan, terdapat pula spanduk bertuliskan “Pemerintah Jancok”. Ungkapan bernada keras dalam bahasa Jawa khas Surabaya itu menjadi bentuk ekspresi kemarahan terhadap situasi yang terjadi di Kalimantan.
Aksi solidaritas tersebut mendapat perhatian dari pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares. Pelatih asal Portugal itu mengaku terkesan melihat kepedulian suporter terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.
Menurut Tavares, kesediaan Bonek-Bonita membantu orang-orang yang membutuhkan menunjukkan bahwa suporter tidak hanya memiliki peran dalam mendukung tim di lapangan, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan.
“Ini menunjukkan betapa besarnya suporter kami. Saya sangat senang melihatnya, karena ketika ada orang yang membutuhkan dan suporter kami bisa membantu, itu menunjukkan bahwa kami berada di jalan yang benar,” kata pelatih berusia 46 tahun itu.
Senada dengan Tavares, pelatih PSS Sleman Pieter Huistra juga menyampaikan apresiasi terhadap solidaritas yang ditunjukkan suporter kedua tim. Ia berharap donasi yang terkumpul dapat membantu masyarakat terdampak dan meringankan beban mereka dalam menghadapi situasi sulit.
“Kami sudah tahu suporter PSS Sleman dan Persebaya itu kompak dan dekat. Saya senang kalau semua bisa membantu dan ikut berdonasi untuk situasi di Kalimantan,” ujar pelatih asal Belanda tersebut.
Kedekatan suporter Persebaya dan PSS Sleman yang sama-sama identik dengan warna hijau seolah menghadirkan koneksi di luar rivalitas pertandingan. Melalui aksi tersebut, warna kebesaran kedua kelompok suporter menjadi simbol solidaritas untuk menyuarakan kepedulian terhadap masyarakat Kalimantan.
Donasi masker dan obat tetes mata dari Bonek-Bonita serta BCS rencananya dikirimkan ke Kalimantan paling lambat pekan berikutnya. Penyaluran bantuan akan melibatkan pasukan kemanusiaan Bonek Disaster Response Team (BDRT) bersama Bonek Borneo agar donasi dapat menjangkau titik-titik terdampak karhutla.
Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persebaya Surabaya, Ram Surahman, mengatakan Bonek Borneo akan berperan dalam mendistribusikan bantuan ke wilayah yang membutuhkan. Penggalangan donasi juga masih dibuka selama satu pekan setelah pertandingan.
“Jadi nanti teknisnya teman-teman Bonek Borneo yang akan mendistribusikan ke titik-titik karhutla (kebakaran hutan dan lahan). Selama satu minggu ke depan, donasi masih akan tetao dibuka,” kata Ram Surahman Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persebaya Surabaya. [rma/beq]






