Blitar (beritajatim.com) – Sebanyak 150 peserta perwakilan Ranting dan Komisariat mengikuti Diklat Pelatih Pencak Silat Ajaran yang digelar oleh Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kota Blitar Pusat Madiun.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (17–18/10/2026) ini dipusatkan di Padepokan PSHT Kota Blitar.
Diklat strategis ini digelar sebagai bentuk komitmen organisasi dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya para pelatih ajaran. Selain sebagai ajang penyegaran keilmuan, agenda ini menjadi wahana mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan antar pengurus serta jajaran pelatih.
Ketua PSHT Cabang Kota Blitar Pusat Madiun, Kangmas Miskan, menegaskan bahwa pelatih memiliki peran sentral dalam mentransfer keilmuan, membina mental-spiritual, serta menjaga kemurnian ajaran agar tetap beretika dan berprestasi.
“Kami berharap diklat ini melahirkan pelatih-pelatih hebat yang memegang teguh ajaran luhur organisasi. Pelatih tak hanya dituntut paham materi, tapi juga harus menguasai teknis kepelatihan modern agar materi ajaran dapat tersampaikan dengan presisi,” ujar Kangmas Miskan pada Senin (19/10/2026).
Melalui pelatihan ini, para peserta dibekali empat pilar utama kepelatihan: keseragaman pemahaman materi ajaran, metodologi kepelatihan modern, penanganan keselamatan latihan (sports safety), serta pemahaman regulasi dan hukum.
Rangkaian diklat yang berlangsung khidmat dan disiplin ini diisi oleh deretan instruktur dan pakar di bidangnya. Pada hari pertama, Sabtu (17/10/2026), peserta disuguhi materi teknis kepelatihan oleh Mas Gatot Sutaji dan Mas Albert M. Penguatan etika melatih disampaikan oleh Mas Nurhudiana dan Mas Oma Azib, disusul pembekalan administrasi penilaian oleh Mas Yusuf Ismail.
Memasuki hari kedua, Minggu (18/10/2026), kegiatan diawali dengan apel pagi dan penyegaran materi ajaran bersama Mas Nurkholis dan Mas Rijal. Tak hanya soal jurus dan ajaran, peserta juga dibekali materi Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan Olahraga (P3KO) oleh Mas Nuryadi guna menunjang keselamatan saat melatih.
Aspek perlindungan hukum dan literasi regulasi juga menjadi sorotan utama melalui materi Logika Penalaran Hukum yang dibawakan oleh Mas Mukti Ali, Mas Suprianto, beserta tim. Seluruh rangkaian materi kemudian diuji melalui post-test dan evaluasi yang dipimpin oleh Mas Imam Syafii serta Mas M. Yusuf Ismail sebelum penutupan resmi.
Kangmas Miskan mengapresiasi tinggi antusiasme para peserta, panitia, Pamter 350, serta seluruh jajaran pengurus Ranting, Rayon, dan Komisariat yang menyukseskan acara hingga berjalan lancar dan kondusif.
Pasca-diklat, pihak pengurus cabang tidak akan melepas para peserta begitu saja. Evaluasi berkala akan terus dilakukan di lapangan.
“Setelah diklat ini, kami akan menerjunkan tim untuk melakukan monitoring dan evaluasi terkait implementasi materi di masing-masing tempat latihan (rayon),” pungkasnya. (owi/ted)






