Bojonegoro (beritajatim.com) – Kabupaten Bojonegoro bersiap menjadi destinasi investasi baru di Jawa Timur, khususnya dalam pengembangan bioetanol berbasis tanaman sorgum, seiring dengan potensi 94.397 hektar lahan hutan yang dapat dimanfaatkan secara produktif.
Hal ini terungkap dalam pertemuan strategis antara Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Wakil Bupati, dan Kepala DPMPTSP Provinsi Jawa Timur, Dyah Wahyu Ermawati, yang didukung oleh perwakilan Bank Indonesia, Dinas Kehutanan, serta jajaran pemda setempat.
Kepala DPMPTSP Provinsi Jawa Timur, Dyah Wahyu Ermawati mengatakan, dalam pengembangan energi terbarukan, Kabupaten Bojonegoro memiliki keunggulan kompetitif sebagai penghasil bahan baku bioetanol berkat luas hutannya yang mencapai 40% dari total wilayah.
“Ini selaras dengan program Swasembada Energi Nasional. Jika dikelola dengan baik, Bojonegoro bisa menjadi pusat produksi bioetanol yang mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menciptakan lapangan kerja,” ujarnya, Senin (21/4/2025).
Bioetanol, lanjut Dyah, sebagai bahan bakar ramah lingkungan, tengah menjadi fokus pemerintah dan investor global dalam transisi energi hijau. Dengan permintaan pasar yang terus meningkat, Bojonegoro berpeluang menarik investor dari sektor energi, agribisnis, hingga industri pengolahan.
Sementara Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyambut positif inisiatif ini dan menegaskan kesiapan Pemkab untuk memfasilitasi pemanfaatan lahan hutan yang kurang produktif. “Kami siap memberikan insentif dan kemudahan perizinan bagi investor yang ingin mengembangkan sorgum dan bioetanol di Bojonegoro,” tegasnya.
Namun, Wahono juga menekankan pentingnya penguatan infrastruktur, terutama akses tol yang menghubungkan Bojonegoro dengan kabupaten tetangga, untuk memperlancar distribusi dan meningkatkan daya saing investasi. Pembangunan infrastruktur ini bisa menjadi game-changer dalam menarik lebih banyak modal ke Bojonegoro. [lus/aje]






