Lamongan (beritajatim.com) – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggelar pelatihan peningkatan keterampilan usaha bagi mitra deradikalisme, selama 2 (dua) hari, 8-9 Desember 2021, di Tanjung Kodok Beach Resort (TKBR), Paciran, Lamongan.
Diketahui, pelatihan ini merupakan kegiatan sinergisitas antar kementerian/lembaga, yakni hasil kerjasama antara BNPT dan Pemerintah Kabupaten Lamongan, dengan kementerian BUMN melalui PT. Telkom Indonesia sebagai penyelenggaranya.
Turut hadir di kegiatan ini yakni perwakilan dari Sinergitas BNPT Eddy Purwanto, Manajer Evaluasi Analisis dan Administrasi CDC Telkom Indonesia Drajad Putrandono, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskopum) Lamongan Agus Suyanto, serta Kepala Badan Kesatuan dan Bangsa Politik (Bakesbangpol) Lamongan Dianto Hari Wibowo.

Manajer Evaluasi Analisis dan Administrasi CDC Telkom Indonesia, Drajad Putrandono mengatakan, terdapat 25 peserta dari mitra deradikalisme yang mengikuti pelatihan selama 2 hari ini.
“Dalam pelatihan ini, kami mengajak mitra deradikalisasi agar menambah soft skill, keterampilan usaha, dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi mandiri. Tentu, juga ada praktik secara langsung dari mentor pelaku UMKM yang sudah berjalan,” ujar Drajad saat diwawancarai, Kamis (9/12/2021).
[berita-terkait number=”4″ tag=”lamongan”]
Lebih lanjut, Drajad mengungkapkan, melalui bantuan pelatihan kewirausahaan, alat kerja dan beasiswa dari PT. Telkom Indonesia ini, diharapkan peserta lebih bisa maksimal dalam mengembangkan usahanya.
Dalam kesempatan yang sama, Kadiskopum Lamongan, Agus Suyanto megucapkan terimakasihnya kepada BNPT dan PT Telkom Indonesia yang telah menggelar pelatihan. Menurutnya, hal ini akan mampu menambah pengetahuan dan skill bagi pelaku UMKM di Lamongan.
“Jika ikut pelatihan ini, nanti kalau sudah ahli dan pintar dalam hal teknis, pemasaran dan sebagainya, maka Insya Allah usahanya akan terus berkembang. Dengan begitu, kesejahteraan UMKM juga meningkat,” ucap Agus.
Tak hanya itu, Agus menambahkan, keberadaan pelatihan keterampilan usaha sangatlah tepat. Apalagi di saat pandemi seperti ini, banyak UMKM yang kondisinya lesu. Sehingga ia berharap, pelatihan ini mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Lamongan.
“Tentu program-program seperti ini sangat membantu dalam proses pembangunan di Kabupaten Lamongan. Lalu, dengan pelatihan ini, para peserta ini ke depan akan memiliki kemandirian berwirausaha dan kualitas hidup yang lebih baik,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Lamongan, Diyanto Hari Wibowo menilai, program pelatihan ini merupakan aksi antisipasi radikalisme dan terorisme yang humanis guna meningkatkan perekonomian masyarakat di wilayah Lamongan.
“Program kesejahteraan sebagai upaya pencegahan terorisme perlu didukung. Peserta dari mitra deradikalisasi ini akan lebih mandiri secara ekonomi. Karena masalah konflik sosial ini kebanyakan juga dipicu oleh kurangnya ketahanan ekonomi,” terang Dianto.
Terakhir, Dianto menyampaikan, pelatihan ini adalah wujud hadirnya pemerintah dalam memberikan penguatan fisik, psikis, sosial, dan finansial kepada para penyintas agar dapat bangkit dari kedukaan masa lalu dan merencanakan masa depan yang lebih baik.
“Diharapkan penerima manfaat dapat merasakan kehadiran negara sehingga kecintaan terhadap Tanah Air dapat terpupuk dan tumbuh kembali dengan baik,” pungkasnya. [riq/but]








