Surabaya (beritajatim.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak Surabaya mengeluarkan peringatan terkait potensi banjir rob yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah pesisir Jawa Timur pada 22–27 Juli 2025. Fenomena ini dipicu oleh fase bulan baru (new moon) yang menyebabkan naiknya pasang air laut.
Koordinator Prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak, Ady Hermanto, menjelaskan bahwa banjir rob berpotensi terjadi di wilayah Surabaya Pelabuhan, pesisir Surabaya Timur, dan Kalianget, Sumenep, Madura. Menurutnya, pasang air laut bisa mencapai 120–140 cm dengan genangan banjir rob yang masuk ke daratan sekitar 20–30 cm.
“Genangan banjir rob sampai di daratan diperkirakan ketinggian antara 20-30 cm yang bisa terjadi antara pukul 09.00–12.00 WIB,” terang Ady, Senin (21/7/2025).
Ady menambahkan bahwa genangan rob tersebut berisiko mengganggu aktivitas warga di kawasan pesisir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dan menghindari akses jalan yang tergenang.
“Hindari akses jalan dan wilayah yang tergenang oleh banjir rob karena bersifat airnya korosif atau mudah membuat karat benda-benda yang terbuat dari metal atau logam,” jelasnya.
Selain masyarakat umum, BMKG juga mengingatkan para pemilik tambak ikan untuk mengambil langkah antisipatif guna mencegah kerugian.
“Bagi pemilik tambak hendaknya meninggikan tanggulnya, hal ini untuk meminimalisir kerugian akibat tambak yang meluber,” ucap Ady.
Peringatan ini menjadi pengingat penting bagi warga pesisir Jatim agar lebih waspada terhadap fenomena alam yang dapat berdampak pada aktivitas ekonomi, transportasi, dan keselamatan lingkungan. [ram/beq]






